banner 1280x180

Desa Lebagu di Parimo Dicanangkan sebagai Kampung Reforma Agraria

  • Bagikan
Wabup Parimo, H. Badrun Nggai, SE, saat mencanangkan Desa Lebagu sebagai Kampung Reforma Agraria (KRA), Selasa, 21 Desember 2021. (Foto; Istimewa)

JURNAL LENTERA – Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dicanangkan sebagai Kampung Reforma Agraria (KRA) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), Selasa, 21 Desember 2021.

“KRA merupakan kampung tertib administrasi dan hukum pertanahan,” ujar Kepala BPN Parimo, Basuki Raharja, usai pencanangan KRA di Desa Lebagu.

Dia mengatakan, pemberdayaan masyarakat di Desa Lebagu berdasarkan surat keputusan Kepala BPN Parimo Nomor : 44 SK. 72.08/III/ 2021, tentang penetapan akses reforma agraria 2021.

Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat subjek atau penerima reforma agrarian melalui peningkatan kemampuan maupun pelatihan.

Menurutnya, KRA dapat menumbuhkan kemandirian masyarakat di Desa Lebagu.

“Pencanangan KRA diharapkan dapat menjadi etalasi keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Parimo,” katanya.

BACA JUGA: BPN Parimo Janji Konsisten Tuntaskan Persoalan LC

BACA JUGA: Alasan BPN Parigi Moutong Tunda Pendataan TORA di Tiga Kecamatan

Wakil Bupati (Wabup) Parimo, H. Badrun Nggai, SE, berharap pencanangan KRA di Desa Lebagu dapat mengurangi konflik agraria.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo, kata dia, sangat  mendukung penuh kegiatan ini.

“Kami berharap pelaksanaan gugus tugas reforma agraria 2021, di Kabupupaten Parimo dapat mengurangi konflik agraria,” ucap Wabup Badrun.

Menurutnya, pelaksanaan gugus tugas reforma agraria dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat melalui berbagai inovasi serta kreasi maupun pelatihan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kepada penerima manfaat.

BACA JUGA: Hasil RDP Soal LC Kampal, DPRD Menunggu Ekspos BPN dan Tolak Penyelesaian di Pengadilan

Mengingat konflik agraria menjadi salah satu gesekan yang dapat menganggu efektivitas kehidupan masyarakat.

Dia juga berharap, melalui tim gugus tugas reforma agraria diharapkan dapat menata struktur agrarian dan menjamin pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

“Kami juga berharap dapat mempersempit ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah. Sehingga, memberikan harapan baru untuk perubahan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Laporan : Wahab Usman

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI!!