Ragam  

Penting Diketahui, Ini Syarat-syarat Yang Dipenuhi Tombolotutu Jadi Pahlawan Nasional

Foto Istimewa

JURNAL LENTERA – Proses panjang yang dilakukan Tim pengusul tokoh Sulteng asal Kabupaten Parimo, Tombolotutu, untuk menjadi pahlawan nasional akhirnya membuahkan hasil. Tombolotutu akhirnya menjadi pahlawan nasional dari Sulawesi Tengah, berdasarkan Keputusan Presiden nomor 109/TK/2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncankan akan memberi penghargaan pada tokoh daerah, Tombolotutu pada perayaan Hari Pahlawan 10 November mendatang.

Jauh sebelum penetapan tersebut, tim pengusul sudah melakukan riset sejak 2015 silam. Hal itu disampaikan sejarawan Universitas Tadulako, Dr. Lukman Nadjamuddin, yang terlibat langsung dalam riset tersebut.

“Pengusulannya baru tahun ini. Tapi risetnya sudah mulai tahun 2015. Mulai dari riset dokumen berbahasa Belanda, sampai dengan peninjauan lokasi-lokasi untuk mencari jejak Tombolotutu,” jelas Lukman Jumat 29 Oktober 2021 kepada Jurnal Lentera.

Terkait syarat-syarat yang terpenuhi atas usulan Tombolotutu menjadi pahlawan nasional, kata Lukman ada beberapa, termasuk dukomen-dokumen yang tersedia di arsip nasional berbahasa Belanda yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

“Jadi ada beberapa syarat penting selain riset dokumen. Di antaranya adalah pengakuan atau apresiasi pemerintah daerah terhadap sang tokoh. Alhamdulillah pemerintah daerah kita telah mengabadikan namanya sebagai nama jalan di Kota Palu, ada nama Rumah Sakit di Tinombo, ada makamnya, jelas garis keturunannya. Dan yang paling penting beliau tidak menyerah terhadap penjajah,” jelas Lukman.

Lukman mengaku banyak menemukan dokumen-dokumen berbahasa Belanda di Badan Arsip Nasional, yang membantu dia dan tim peneliti bisa menyusun naskah akademik yang bisa memenuhi syarat pengusulan.

“Di arsip nasional terdapat banyak dokumen yang menjelaskan tentang berbagai peristiwa zaman kolonial. Kami fokus mencari di sana. Itu semua menjadi penguatan sehingga perjuangan Tombolotutu melawan Belanda itu tidak dapat disanksikan lagi,” jelas lukman.

BACA JUGA: Tombolotutu Jadi Pahlawan Nasional Pertama di Sulteng

Selain itu, Lukman dan rekan-rekan peneliti juga sudah menerbitkan buku hasil risetnya yang berjudul “Bara Perlawanan di Teluk Tomini” yang merujuk temuan sejarah tentang perjuangan Tombolotutu dalam melawan kolonialisme Belanda. Buku tersebut mendapat banyak tanggapan saat digelrnya bedah buku pada Februari 2018 silam.

Sebelumnya diberitakan, selain Tombolotutu dari Sulteng, Presiden Jokowi akan menganugerahi tiga tokoh lainnya sebagai pahlawan nasional seperti Sultan Aji Muhammad Idris dari Provinsi Kalimantan Timur, Aji Usmar Ismail dari Provinsi DKI Jakarta dan Raden Ayra Wangsakara dari Provinsi Banten.

Rencananya, penganugrahan pahlawan nasional kepada empat tokoh penting tersebut akan dilaksanakan di Istana Bogor Jawa Barat.

Dalam keterangan persnya, Menkopolhukam Prof Dr Mahfudz MD mengatakan, Pahlawan Nasional itu nantinya akan diserahkan secara resmi dan dianugerahkan secara resmi kepada masing masing keluarga para Pahlawan di Istana Bogor.

Menurut Mahfud, keempat tokoh tersebut adalah sosok yang menginspirasi untuk membangun semangat untuk berdaulat serta ikut memperjuangkan dan memajukan Indonesia.
Selain empat nama tersebut, sebenarnya terdapat ratusan nama yang diajukan kepada pemerintah. Namun hanya emapt yang lolos.

“Semua yang diajukan ratusan Pahlawan dan semuanya baik baik, tetapi ini yang menonjol, maka pemerintah kali ini mengutamakan selain ketokohan tapi yang lebih diutamakan adalah pemerataan kedaerahan,”ujar Mahfud, Kamis 28 Oktober 2021.

VIDEO FAKTA-FAKTA TOMBOLOTUTU JADI PAHLAWAN NASIONAL

Laporan: M. Sahril

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *