Banner Promosi

Karhutla di Desa Santigi Parigi Moutong Meluas ke Lahan dan Kebun Cengkeh Milik Warga

Karhutla di Desa Santigi Parigi Moutong Meluas ke Lahan dan Kebun Cengkeh Milik Warga
Salah satu petugas gabungan tengah melakukan upaya pemadaman api di lokasi Karhutla di Desa Santigi, Rabu, 16 September 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun II, Desa Santigi, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, meluas ke lahan dan kebun cengkeh milik warga pada Rabu, 16 September 2026.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA dan dilaporkan kepada petugas pada pukul 13.31 WITA.

Api menyebar ke vegetasi kering di sekitar lokasi hingga membakar lahan dan kebun cengkeh milik masyarakat. Kondisi lahan yang belum diparas serta hembusan angin kencang diduga turut mempercepat penyebaran api.

Dalam laporan tersebut disebutkan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan.

BACA JUGA:  Pemkab Parigi Moutong Siapkan Safari Ramadan dan Penyaluran 1.000 Paket Sembako

Petugas gabungan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah penyebaran lebih luas. Pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan di area yang telah ditangani.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan karhutla tersebut, yakni Yonif TP 918/MM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, BPBPK Sulawesi Tengah, PMI, aparat desa, serta masyarakat setempat.

BPBD Parigi Moutong juga melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pemerintah desa untuk mendukung proses penanganan di lapangan.

Hingga laporan diterima, api belum sepenuhnya padam dan penanganan masih terus dilakukan. BPBD juga mencatat luas area yang terbakar masih dalam pendataan.

BACA JUGA:  Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga di Parigi Moutong Ludes Dilalap Api

Untuk mendukung proses pemadaman, kebutuhan mendesak di lokasi adalah mobil pemadam. Petugas gabungan bersama masyarakat masih berupaya mengendalikan api agar tidak kembali meluas ke area lainnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *