banner 1280x180

Pelajar di Parimo Diimbau Tidak Berlibur ke Luar Daerah

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto diambil dari Liputan6.com)

JURNAL LENTERA – Selama masa liburan Natal dan Tahun Baru 2022, pelajar di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, diimbau untuk tidak berlibur ke luar daerah.

“Imbauan ini gencar kami sampaikan ke seluruh satuan pendidikan, baik guru dan orang tua murid saat kami menghadiri berbagai kegiatan pendidikan,” ujar Kepala Bidang Menejemen Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, Ibrahim, saat dihubungi via telepon seluler, Ahad, 26 Desember 2021.

Dia mengatakan, imbauan tersebut sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Bahkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menerbitkan surat edaran Nomor 32 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran jelang Natal dan Tahun Baru 2021, yang diteken oleh Sekretaris Jenderal, Suharti, pada 14 Desember 2021.

BACA JUGA: Pintu Masuk Kabupaten Parimo Akan Diperketat

BACA JUGA: Satuan Pendidikan Wajib Tau, Begini Penjelasan Disdikbud Parigi Moutong soal PTM Terbatas

Salah satu poin dalam surat edaran tersebut, kata dia, menyatakan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tetap melaksanakan pembelajaran.

Kemudian, dilanjutkan dengan pembagian rapor semester satu, dan libur sekolah sesuai, dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2021-2022.

“Tapi kami sudah mengimbau, agar tidak bepergian jauh selama liburan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Menurutnya, pemberlakuan penyekatan perbatasan sejumlah wilayah dapat meminimalisir penyebaran COVID-19.

BACA JUGA: Legislator Sakinah Aljufri: Pendidikan di Sulteng Butuh Perhatian

Namun, dia meyakini, peserta didik, guru, dan orang tua siswa di Kabupaten Parimo tidak berlibur ke luar daerah.

Sebab, Disdikbud Kabupaten Parimo sebelumnya telah menyampaikan imbauan sebagai langkah antisipasi.

“Melakukan antisipasi penyebaran COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama. Jadi imbauan pemerintah harus dilaksanakan, dan tetap perketat protokol kesehatan (Prokes),” pungkasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: KONTEN DILINDUNGI!!