JURNAL LENTERA, PALU – Gubernur Anwar Hafid, menegaskan komitmennya menerapkan sistem merit berbasis prestasi dalam penilaian dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ia bahkan menjanjikan promosi jabatan dalam waktu singkat bagi pejabat yang mampu menunjukkan kinerja dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, promosi tidak lagi ditentukan oleh kedekatan personal, melainkan prestasi kerja.
“Tidak perlu pendekatan ke mana-mana. Saya butuh orang yang bekerja, yang punya inovasi dan prestasi. Kalau itu ada, saya promosikan,” tegas Anwar Hafid saat melantik dan mengambil sumpah 389 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis, 15 Januari 2026.
Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi di awal masa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Waspadai Lonjakan Harga Beras dan Cabai Jelang Ramadan-Idul Fitri
Seluruh jabatan di lingkungan Pemprov Sulteng merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa dikotak-kotakkan dalam istilah jabatan “basah” atau “kering” yang kerap berkembang di birokrasi.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Targetkan Peningkatan Indeks Akses Keuangan Daerah
“Semua jabatan adalah amanah. Setiap posisi punya ruang kerja dan ruang inovasi yang luas,” ujarnya.
Ia menyampaikan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian pejabat dalam mendukung program 100 hari kerja kepala perangkat daerah. Fokus pertama adalah pembenahan dan pemutakhiran data sebagai dasar perencanaan pembangunan.
“Kita tidak boleh lagi merencanakan tahun 2025 dengan data 2010. Data harus valid dan mutakhir,” katanya.
Fokus kedua, yaitu percepatan digitalisasi pemerintahan. Ia menargetkan dalam waktu tiga bulan ke depan, seluruh sistem pemerintahan dan pelayanan publik di lingkup Pemprov Sulteng sudah berbasis digital.
“Tidak boleh lagi manual. Pelayanan harus digital agar cepat dan transparan,” tegasnya.
Kemudian fokus ketiga, yaitu penerapan merit system yang objektif dan adil. Hanya pejabat yang bekerja dan berprestasi yang akan mendapat ruang promosi, sementara mereka yang tidak menunjukkan kinerja akan dievaluasi.
Ia bahkan secara terbuka mendorong pejabat untuk berani melahirkan inovasi. Ia memastikan dukungan anggaran bagi inovasi yang rasional dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau inovasinya masuk akal dan berdampak, saya siapkan anggarannya dan saya promosikan dalam tiga bulan. Ini janji saya,” ungkapnya.
Ia lantas mengingatkan pentingnya loyalitas sebagai kunci menjadi pejabat, yakni loyal kepada pimpinan, tugas, dan nilai-nilai ketuhanan.
Aparatur Pemprov Sulteng harus siap bekerja penuh untuk rakyat, tanpa mengenal waktu libur ketika daerah membutuhkan kehadiran pemerintah.
“Pelantikan ini menandai dimulainya penguatan birokrasi Pemprov Sulteng yang berorientasi pada prestasi, inovasi, serta pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










