Ragam  

Pemkab Parigi Moutong Sebut Program 200 Jembatan Garuda Memperkuat Akses Desa

Pemkab Parigi Moutong Sebut Program 200 Jembatan Garuda Memperkuat Akses Desa
Wabup Abdul Sahid, bersama Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfred Tonggiroh, saat menghadiri peluncuran program 200 jembatan garuda di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu pada Senin, 9 Maret 2026. (Foto: Dok Diskominfo Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menyebut Program 200 Jembatan Garuda yang diluncurkan pemerintah pusat akan memperkuat akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini masih mengalami keterbatasan infrastruktur.

Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, mengatakan program pembangunan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat desa. Terutama di daerah yang masih membutuhkan akses penghubung, yang layak untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.

“Insya Allah dengan adanya program dari Bapak Presiden ini, masyarakat yang ada di pedesaan akan cukup terbantu dengan pembangunan Jembatan Garuda,” ujar Abdul Sahid saat mengikuti peluncuran program 200 Jembatan Garuda secara virtual di lokasi objek wisata Likunggavali, Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Senin, 9 Maret 2026.

BACA JUGA:  Polsek Dako Pemean Buka Lahan Kampung Tangguh Nusantara

Ia menilai lokasi kegiatan di Desa Uevolo memiliki potensi besar sebagai salah satu destinasi wisata di Kecamatan Siniu.

Selain keindahan alamnya, kata dia, kawasan wisata tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan atlet olahraga alam dan pendakian.

“Tempat ini cukup luar biasa karena selain menjadi destinasi wisata, juga menjadi tempat pembinaan atlet. Bahkan anak-anak yang berlatih di sini mampu bersaing dengan para pendaki gunung berpengalaman,” katanya.

Sementara itu, Komandan Korem 132/Tadulako, Deni Gunawan, menjelaskan program 200 Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang akses jalannya terputus akibat bencana maupun kerusakan infrastruktur.

“Program tersebut merupakan perintah Presiden untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya terputus akibat banjir ataupun kerusakan jembatan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hadiri Pelantikan Pengurus APDESI, ini Pesan Bupati Parimo

Pembangunan jembatan melalui program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap oleh jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) di berbagai daerah.

“Program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *