JURNAL LENTERA, PARIGI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para pemudik selama arus mudik dan balik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Plt Kepala Dinkes Parigi Moutong, Darlin, mengatakan layanan tersebut diberikan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Layanan ini disiapkan untuk memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan mudik lebaran,” ujar Darlin di Parigi, Senin, 16 Maret 2026.
Pada musim mudik tahun ini, kata dia, Dinkes Parigi Moutong menyiagakan tenaga medis di delapan dari total 13 pos pelayanan mudik yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Pos tersebut berada di Kecamatan Sausu, Desa Torue (Kecamatan Torue), Desa Boyantongo (Kecamatan Parigi Selatan), Kelurahan Kampal dan Desa Lebo (Kecamatan Parigi), Desa Toboli (Kecamatan Parigi Utara), Kecamatan Kasimbar, Desa Kotaraya (Kecamatan Mepanga), serta Kecamatan Moutong.
“Setiap pos pelayanan diperkuat satu tim medis yang terdiri dari tiga tenaga kesehatan. Mereka bertugas secara bergantian dalam tiga sif untuk memastikan pelayanan berlangsung selama 24 jam,” katanya.
Selain di jalur darat trans sulawesi, tim medis juga disiagakan di Pelabuhan Kelas III Parigi guna melayani pemudik yang menggunakan transportasi laut.
Meski layanan arus mudik dan balik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dijadwalkan hingga 25 Maret 2026, Dinkes Parigi Moutong memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung hingga 30 Maret 2026, menyesuaikan jadwal Operasi Ketupat 2026.
Ia mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Pemudik juga diminta menunda keberangkatan jika sedang tidak dalam kondisi sehat.
Namun, jika mengalami keluhan ketika melakukan perjalanan, para pemudik dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dan beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk.
“Seluruh layanan kesehatan di pos mudik tidak dipungut biaya. Kami siap melayani secara gratis,” tandasnya.
Laporan : Miswar










