Namun, keluarga dari ayah dan ibunya pun berempati untuk mengasuh Rendi hingga ia tumbuh dewasa. Sejak tinggal bersama keluarga dari ayah dan ibunya, di waktu libur sekolah, Rendi memanfaatkan waktunya itu untuk membantu pamannya menjadi buruh bangunan.
“Saya sangat berterima kasih kepada keluarga, sepupu, dan tante-tante yang telah merawat saya hingga saat ini,” ujar Rendi.
Ia meyakini, jika seandainya ayah dan ibunya masih ada, keduanya akan bangga dengan apa yang telah diraihnya lulus dalam seleksi calon anggota Polri.
Dalam kesempatan itu, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Kapolda Sulteng bersama Karo SDM Polda Sulteng yang telah melaksanakan penerimaan calon anggota Polri secara transparan, bersih, akuntabel, dan humanis.
“Kelulusan saya sebagai calon anggota Polri ini, saya perbahkan buat kedua orang tua saya dan keluarga yang sudah merawat saya selama. Terima kasih juga saya sampaikan untuk bapak Kapolri dan bapak Kapolda Sulteng bersama bapak Karo SDM Polda Sulteng serta seluruh panitia yang telah melaksanakan penerimaan Bintara Polri secara transparan, bersih, akuntabel, dan humanis. Semoga Allah SWT membalasnya,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani/**











Respon (1)