JURNAL LENTERA, TOUNA – Tim SAR gabungan mengevakuasi 11 anak buah kapal (ABK) KM Elnas III setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak akibat mengalami mati mesin di perairan Teluk Tomini, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah.
Ke 11 ABK tersebut, yakni Rahman (44 tahun), Ardi (30 tahun), Yan (45 tahun), Edi (34 tahun), Yayat (27 tahun), Ayat (35 tahun), Man (54 tahun), Alfait (18 tahun), Leksi (40 tahun), Ilam (30 tahun), dan Iwan (35 tahun).
Kapal tersebut diketahui mengalami kerusakan gearbox saat sedang melakukan operasi penangkapan ikan pada Senin, 16 Maret 2026, sekitar pukul 01.00 WITA di wilayah perairan antara Desa Lalanga hingga Mamaka. Saat kejadian, kapal membawa 11 orang di atas kapal (POB).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Muh. Rizal, SH., mengatakan sebelumnya upaya pencarian mandiri telah dilakukan oleh pihak pemilik kapal bersama pemerintah setempat, namun tidak membuahkan hasil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Parigi bersama unsur potensi SAR dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan briefing, pengecekan kesiapan alat utama, serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas,” ujarnya.
Di tengah proses pencarian, kata dia, tim SAR gabungan menerima kabar KM Elnas II menemukan KM Elnas III beserta seluruh ABK dalam kondisi selamat sekitar pukul 14.35 WITA. Lokasi ditemukannya KM Elnas III sekitar 13 mil laut arah utara dari lokasi kejadian awal.
Kemudian, seluruh korban dievakuasi menuju Desa Sangdada, Kabupaten Touna. Pada pukul 16.45 WITA, para ABK tiba dengan selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai pada pukul 18.30 WITA di hari yang sama. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Parigi, Polairud, pihak pemilik kapal, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
“Tentunya dengan dukungan sejumlah armada dan peralatan seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal nelayan, kendaraan operasional, serta perlengkapan komunikasi maupun medis,” tandasnya.
Laporan : Multazam










