Wacana Pemberlakuan Lima Hari Sekolah di Parigi Moutong

Wacana Pemberlakuan Lima Hari Sekolah di Parigi Moutong
Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti. (Foto: ROY LASAKKA/JURNALLENTERA.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah melakukan persiapan terkait wacana uji coba pemberlakuan lima hari sekolah atau full day school.

Menurut Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, terkait wacana tersebut berdasarkan banyaknya masukan dari masyarakat. Khususnya para orang tua siswa yang bekerja kantoran berkeinginan agar pemberlakukan sistem lima hari sekolah dapat diterapkan di Kabupaten Parigi Moutong seperti Kota Palu misalnya.

Namun, untuk memberlakukan sistem lima hari sekolah tersebut harus membutuhkan persiapan. Sebab, akan berkaitan dengan pemberlakuan penambahan jam belajar mengajar.

BACA JUGA: Jabatan Kepala Sekolah di Parigi Moutong Akan Dievaluasi Setiap Tiga Bulan

“Contohnya, yang awalnya anak-anak keluar sekolah pukul 12.00 WITA akan berubah pada pukul 14.00 WITA, bahkan sampai pukul 15.00 WITA. Makanya kita uji coba dulu,” ujar Sunarti didampingi Kepala Bidang Manajemen SD di Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, pada Selasa, 20 Januari 2026.

BACA JUGA: Polres Parigi Moutong Kenalkan Polisi Sahabat Anak Lewat Kunjungan TK Bhayangkari

Tujuannya, untuk mengetahui, apakah penerapan sistem lima hari sekolah tersebut mendapat komplain dari orang tua siswa lainnya. Salah satunya persoalan lamanya siswa dan siswi di sekolah. Di mana, kemungkinan para orang tua lainnya bakal mempersoalkan makan siang siswa dan siswi.

Namun, berkaitan dengan hal itu, Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi solusi untuk menangani persoalan makan siang siswa dan siswi.

“Selain itu, dari kesiapan para guru juga. Apakah sudah siap atau belum,” katanya.

Bahkan, beberapa kecamatan yang laporannya telah diterima pihaknya telah menyatakan kesiapan untuk menerapkan sistem lima hari sekolah setelah libur panjang usai nanti.

Sehingga, pihaknya akan melakukan evaluasi, berapa jumlah sekolah yang mengalami kendala maupun tidak untuk menerapkan sistem full day school tersebut.

“Jika memang rata-rata tidak ada sekolah yang mengalami kendala dalam pemberlakuan sistem lima hari sekolah, setelah itu kami akan meminta izin kepada Bapak Bupati selaku penanggungjawab di daerah untuk melaksanakan secara keseluruhan full day school,” ungkapnya.

Selain itu, apabila seluruhnya telah dipastikan tidak ada kendala dari guru, para orang tua, dan fasilitas sarananya, Disdikbud Parigi Moutong akan mengeluarkan edaran untuk memberlakukan sistem lima hari sekolah.

“Untuk sosialisasi, itu kami serahkan kepada masing-masing kecamatan. Dari kepala satuan pendidikannya dengan pengawalan pihak komite bersama korwilnya untuk mensosialisasikan hal itu kepada orang tua siswa dan siswi masing-masing,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *