Example 970x250

Bupati Parigi Moutong Sebut Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi Soal Akuntabilitas

Bupati Parigi Moutong Sebut Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi Soal Akuntabilitas
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat meninjau dapur MBG yang dibangun di Kecamatan Sausu, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Prokopim Setda Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menegaskan program revitalisasi sekolah di daerahnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Tetapi, juga harus menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi.

Program tersebut, kata dia, harus benar-benar tepat sasaran. Hal itu berkaitan dengan peninjauan yang dilakukannya meninjau langsung untuk memastikan pelaksanaannya sesuai aturan dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.

Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dilakukan melalui mekanisme swakelola. Satuan pendidikan memegang tanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan.

BACA JUGA: Jabatan Kepala Sekolah di Parigi Moutong Akan Dievaluasi Setiap Tiga Bulan

“Tentunya dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bentuk pengawasan sosial,” ujar Erwin saat meninjau sejumlah SD dan TK/PAUD penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, sekaligus mengecek pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Puskesmas Torue, Selasa, 20 Januaru 2026.

BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Perkuat Pondok Pesantren Lewat Hibah Keagamaan

BACA JUGA:  Atlet Karate LEMKARI Cabang Parigi Moutong Ikut Kejuaraan Wadokai Day

Program revitalisasi dikerjakan secara swakelola. Sekolah diberi tanggung jawab penuh dan masyarakat ikut dilibatkan.

“Kami ingin semuanya berjalan transparan dan sesuai ketentuan,” katanya.

Menurutnya, secara fisik sebagian besar bangunan sekolah telah rampung. Bahkan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong tetap melakukan pengecekan lapangan dengan mengambil sampel di setiap kecamatan untuk memastikan kualitas pekerjaan. Tujuannya, untuk memastikan kualitas bangunan dan kesesuaian pelaksanaan di lapangan.

Berkaitan dengan pembangunan dapur MBG di Kecamatan Sausu yang didanai Kementerian PUPR dan Badan Gizi Nasional. Salah satu dapur dilaporkan hampir rampung dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.

Setiap dapur MBG direncanakan melayani sekitar 2.000 siswa. Sedangkan pembagian wilayahnya diatur agar pelayanan lebih merata.

Saat ini, Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki tiga dapur MBG yang beroperasi di wilayah selatan Kecamatan Sausu, wilayah tengah Kecamatan Ampibabo, dan wilayah utara Kecamatan Moutong.

BACA JUGA:  Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Matangkan Penertiban Hutan dan Tambang Ilegal

Pemkab Parigi Moutong juga mewacanakan mengusulkan tambahan dua dapur baru di wilayah Mepanga dan Bolano untuk memperluas jangkauan layanan agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan layanan gizi.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian peninjauan tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Parigi Moutong untuk memastikan pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi berjalan tepat sasaran.

Dengan begitu, dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Semua program ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Terutama bagi anak-anak kita,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *