JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong menjadi sasaran ketujuh aksi donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Kamis, 2 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara PMI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong dalam upaya memenuhi kebutuhan stok darah.
Kepala Markas PMI Parigi Moutong, Fadli, mengatakan, pelibatan ASN dan PPPK melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan mampu meningkatkan partisipasi donor darah secara berkelanjutan.
“Ini bagian dari kerja sama PMI dengan Pemda untuk memenuhi kebutuhan dasar darah di daerah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, PMI menargetkan setiap OPD dapat menyumbang minimal 10 kantong darah. Target tersebut dinilai realistis, mengingat rata-rata jumlah ASN dan PPPK di setiap OPD mencapai sekitar 100 orang.
“Kalau diestimasi ada 100 ASN dan PPPK, maka minimal 10 kantong darah bisa terkumpul,” katanya.
Meski demikian, Fadli menegaskan bahwa donor darah tidak dapat dipaksakan karena bersifat sukarela. Sehingga, PMI terus melakukan edukasi guna menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di kalangan ASN dan PPPK.
“Kami dorong kesadaran dan rasa kepedulian. Sehingga, mereka datang dengan sukarela untuk mendonor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinkes Parigi Moutong merupakan OPD ketujuh yang menjadi sasaran kegiatan donor darah PMI. Dari sejumlah kegiatan sebelumnya, rata-rata berhasil mengumpulkan sekitar 10 kantong darah per OPD.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, ketersediaan stok darah di Parigi Moutong dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
“Selanjutnya, kami menargetkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi sebagai OPD berikutnya dalam rangkaian kegiatan donor darah,” tandasnya.
Laporan : Miswar










