Ragam  

Nelayan Parigi Moutong Dibekali Strategi Hadapi Bahaya di Laut

Nelayan Parigi Moutong Dibekali Strategi Hadapi Bahaya di Laut
Kegiatan diskusi meteorologi kemaritiman dan antisipasi kecelakaan laut yang dilaksanakan di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Jum’at, 24 April 2026. (Foto: Dok BPBD Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Nelayan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dibekali strategi menghadapi potensi bahaya di laut melalui kegiatan diskusi meteorologi kemaritiman dan antisipasi kecelakaan laut, Jum’at, 24 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi ini menghadirkan Kepala Meteorologi Kelas II Sis Al-Jufri Palu, Taufik Hidayah, S.Si, M.Si., bersama pihak Pos SAR Parigi, unit dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu atau Basarnas.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, ST, M.Si., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini, juga menjadi penutup rangkaian program BPBD dalam rangka peringatan HUT ke-24 Kabupaten Parigi Moutong dan menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diperingati 26 April,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tim SAR Cari Nelayan Touna yang Tak Kunjung Kembali saat Melaut

Kegiatan ini, kata dia, menyampaikan sistem penanggulangan bencana di daerah, termasuk peran dalam penanganan kecelakaan laut serta mekanisme pelaporan saat terjadi kondisi darurat di wilayah pesisir. Sehingga, pentingnya kesiapsiagaan nelayan sebelum melaut.

Bahkan, para nelayan dan warga di Kelurahan Bantaya yang hadir dalam kegiatan ini, juga dibierikan edukasi terkait prosedur evakuasi, teknik dasar penyelamatan, hingga pentingnya memperhatikan kondisi cuaca.

“Nelayan perlu memahami langkah penyelamatan diri serta memastikan kondisi cuaca aman sebelum beraktivitas di laut,” katanya.

Selain itu, edukasi terkait mekanisme pelaporan dalam proses pencarian dan pertolongan (SAR) guna mempercepat respons saat terjadi kecelakaan laut.

Sedangkan materi yang disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas II Sis Al-Jufri Palu berkaitan dengan prediksi cuaca maritim.

BACA JUGA:  Volcano near Iceland’s main airport

Informasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi nelayan dalam menentukan waktu dan kondisi aman untuk melaut.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, warga pesisir, khususnya nelayan semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Kami berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi serupa secara berkelanjutan untuk mewujudkan warga yang siaga dan tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *