Ragam  

Rapat dengan 22 Tenant IMIP, Gubernur Sulteng Tegaskan Tata Kelola Berbasis Lingkungan

Rapat dengan 22 Tenant IMIP, Gubernur Sulteng Tegaskan Tata Kelola Berbasis Lingkungan
Gubernur Anwar Hafid, saat menghadiri rapat koordinasi bersama 22 perusahaan tenant IMIP di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Gubernur H. Anwar Hafid, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperketat tata kelola kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) berbasis perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sosial.

Menurutnya, aktivitas industri tidak boleh hanya tertib di dalam kawasan. Tetapi, juga harus memberi dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Industri tidak boleh hanya tertib di dalam kawasan. Tetapi, juga harus peduli terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di luar kawasan industri,” ujar Anwar Hafid dalam rapat koordinasi bersama 22 perusahaan tenant IMIP yang digelar di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 20 Januari 2026.

BACA JUGA: Pemprov Sulteng Dorong Penataan Balaroa sebagai Memorial Park dan Museum Kebencanaan

Ia menyebut, berbagai persoalan lingkungan dan sosial di sekitar kawasan industri Morowali harus dijawab dengan perbaikan tata kelola yang lebih terintegrasi, tertib, dan berorientasi pada keberlanjutan.

BACA JUGA: Pelatihan Bahasa Mandarin Jadi Strategi Pemprov Sulteng Tekan Masuknya Tenaga Luar

Sehingga, seluruh tenant IMIP diminta berperan aktif dalam memastikan aktivitas industrinya tidak menimbulkan dampak negatif bagi wilayah sekitar.

“Kita membahas banyak hal, terutama isu-isu penting dalam perbaikan tata kelola kawasan industri, baik dari sisi lingkungan hidup maupun wilayah di luar kawasan industri,” katanya.

Ia lantas mengapresiasi komitmen para tenant IMIP yang dinilainya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat serta berkeadilan.

“Ini hal yang sangat baik. Teman-teman di sini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan memiliki komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola kawasan industri,” ungkapnya.

Tata kelola kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Tetapi, juga menyangkut aspek ketenagakerjaan serta dampak sosial ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sebab, tata kelola yang baik harus menjamin lingkungan terlindungi, tenaga kerja diperhatikan, dan masyarakat sekitar merasakan manfaat pembangunan industri.

Namun, ia berharap, penguatan tata kelola yang dilakukan bersama seluruh tenant IMIP dapat menjadikan kawasan industri Morowali sebagai kawasan industri yang tertib, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

“Sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulteng. Semoga kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadikan kawasan industri Morowali sebagai kawasan industri yang tertib, berkelanjutan serta berkeadilan,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *