JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Badan Bank Tanah (BBT) meninjau lahan seluas 511 hektar di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Jum’at, 17 Oktober 2025.
Kunjungan ini bertujuan meninjau lokasi yang diusulkan sebagai calon Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik BBT untuk pengembangan sektor perkebunan kakao berbasis masyarakat.
Rombongan dari Kementerian UMKM dan BBT didampingi langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, serta Wakil Bupati, H. Abdul Sahid.
Kepala Bagian Perencanaan Strategis BBT, Sigit Nugraha, menjelaskan bahwa tugas Badan Bank Tanah ialah menyediakan dan mengelola lahan bagi kepentingan umum, sosial, ekonomi, hingga reforma agraria.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Matangkan Persiapan Kunjungan Delegasi Kementerian Koperasi dan UMKM
Di Desa Karya Mandiri, terdapat kawasan seluas 511 hektar yang berstatus hutan belum dilepaskan dan berpotensi dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Bergabung dalam Program Nasional Penguatan Pajak Pusat dan Daerah
“Kami hadir untuk memberikan sosialisasi agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat dengan dukungan kelembagaan yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerja sama dengan Kementerian UMKM dilakukan karena pengelolaan lahan di wilayah itu akan berbasis masyarakat. Jika HPL diberikan kepada BBT, pihaknya akan melakukan penataan, pendampingan, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif.
“Bank Tanah tidak mengambil lahan rakyat. Justru kami ingin membantu agar lahan yang sudah dikelola bisa dilegalkan,” katanya.
Ia menambahkan, BBT akan mendampingi masyarakat hingga benar-benar mandiri dalam pengelolaan lahan. Setelah pemanfaatan berjalan selama 10 tahun, masyarakat yang mengelola akan mendapat legalisasi hak atas tanah sesuai ketentuan.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar optimalisasi tanah ini bisa berjalan baik. Tanah itu tidak akan kami miliki, tapi kami fasilitasi untuk dikelola masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan Sulawesi merupakan wilayah penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 60 persen dari produksi nasional.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah dengan produksi tertinggi, dan Parigi Moutong termasuk sentra utamanya.
“Indonesia adalah produsen kakao ketujuh dunia. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan kakao yang baik mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat hingga berkali-kali lipat. Selain kakao, komoditas lain seperti durian juga dinilai berpotensi besar dikembangkan hingga ke pasar ekspor.
“Banyak potensi di desa yang bisa digarap. Kuncinya adalah mengetahui kekuatan lokal dan membangunnya bersama masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas respon cepat Kementerian UMKM dan Badan Bank Tanah terhadap usulan pemerintah daerah saat melakukan audiensi di Jakarta.
Ia menegaskan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai program BBT di Desa Karya Mandiri.
“Desa ini berada sekitar 300 meter di atas permukaan laut, sangat cocok menjadi kawasan percontohan. Tapi harus ada sosialisasi karena masih banyak persepsi keliru yang mengira Bank Tanah akan mengambil tanah masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 511 hektar lahan telah diinventarisasi dan diusulkan untuk dikelola bersama antara Badan Bank Tanah dan masyarakat desa.
“Badan Bank Tanah justru punya program pembinaan masyarakat. Sertifikatnya tetap atas nama masyarakat,” tandasnya.
Laporan : Multazam











Respon (1)