JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sebanyak 200 peserta dari berbagai satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tampil memeriahkan ajang Kreativitas PAUD tingkat kabupaten Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong di auditorium Kantor Bupati setempat, Sabtu, 26 November 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang bertujuan mengekspresikan bakat, potensi, serta keberanian anak usia dini melalui beragam lomba edukatif.
Para peserta berasal dari 23 kecamatan, terdiri atas murid kelompok bermain, TK, dan RA. Sejak pagi, ratusan anak bersama guru pendamping dan orang tua telah memenuhi area kegiatan. Mereka tampil dalam berbagai cabang lomba seperti tari kreasi, menyanyi solo, fashion show busana daerah, kolase, menggambar, hingga permainan motorik, dan ketangkasan yang telah dirancang sesuai tahap perkembangan anak usia dini.
BACA JUGA: Bunda PAUD Parigi Moutong Raih Apresiasi Nasional dari Kemendikdasmen
Kepala Bidang PAUD Dikbud Parigi Moutong, Fitriani, menjelaskan ajang kreativitas tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari stimulasi perkembangan anak.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Gaungkan Gerakan Literasi di Peringatan Bulan Gemar Membaca
Menurutnya, stimulasi kreatif sangat penting untuk melatih kecerdasan emosional, kemampuan sosial, serta karakter sejak masa usia dini.
“Kegiatan ini adalah ruang agar anak-anak dapat tampil berani, mengekspresikan diri, dan berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai kecamatan. Ini sejalan dengan tujuan layanan PAUD holistik integratif, yaitu memastikan anak tumbuh cerdas, sehat, dan berkarakter,” ujarnya.
Selain menampilkan kreativitas anak, ajang ini juga menjadi pertemuan bagi para pendidik PAUD untuk saling bertukar gagasan mengenai metode belajar inovatif.
Beberapa guru menyampaikan bahwa ajang serupa membantu mereka memperluas wawasan dalam menyusun kegiatan pembelajaran berbasis seni dan permainan yang menyenangkan. Sehingga, anak lebih aktif selama proses belajar.
Para orang tua yang turut hadir terlihat antusias mendukung putra-putri mereka. Sorak tepuk tangan dan raut bangga tampak setiap kali nama anak mereka dipanggil naik ke panggung. Orang tua menilai kegiatan semacam ini penting untuk mengasah keberanian dan keterampilan sosial anak sejak kecil.
Meskipun terdapat juri dalam setiap lomba, ajang ini mengedepankan semangat partisipasi, bukan kompetisi.
Sehingga, seluruh peserta mendapat apresiasi berupa piagam penghargaan. Penilaian lebih difokuskan pada proses, kreativitas, dan rasa percaya diri anak, bukan semata hasil akhir.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan penampilan kolaboratif dari sejumlah peserta serta pengumuman apresiasi.
“Kegiatan semacam ini dapat terus diperkuat pada tahun-tahun berikutnya sebagai upaya mendorong layanan PAUD yang lebih kreatif, inklusif, dan berkualitas di seluruh wilayah Parigi Moutong,” tandasnya.
Laporan : Miswar










