JURNAL LENTERA, PALU – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu atau Basarnas membekali mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi kebencanaan melalui kegiatan edukasi yang digelar di Fakultas Teknik, Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 88 mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur ini tidak hanya menyajikan materi teori. Tetapi, juga dilengkapi dengan simulasi langsung penanganan situasi darurat.
Instruktur Basarnas Palu, Arifuddin, mengatakan dalam simulasi tersebut, para mahasiswa dilatih teknik dasar evakuasi dan penanganan korban. Termasuk metode pengangkatan yang tepat dalam kondisi bencana.
Pendekatan praktik ini bertujuan agar peserta memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis tiba.
“Pentingnya edukasi mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat di wilayah rawan seperti Kota Palu,” ujarnya.
Mitigasi bencana sangat, kata dia, penting untuk terus disosialisasikan. Menurutnya bencana tidak diharapkan terjadi. Namun, upaya antisipasi harus tetap dilakukan.
“Minimal masyarakat memahami teknik dasar pertolongan darurat,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan dasar seperti evakuasi dan penanganan korban dapat menjadi langkah awal yang sangat menentukan dalam menyelamatkan nyawa saat terjadi bencana.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori kebencanaan. Tetapi, juga mampu berperan aktif dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in










