JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Legislator Parigi Moutong, Abdin Temba, mengajak para orang tua untuk memperkuat pendidikan agama dan membentengi akhlak anak di tengah derasnya pengaruh era digital.
Pesan tersebut disampaikannya saat membawakan khutbah Iduladha 1446 Hijriah di Masjid Asyfa Bin Ubaid, Kelurahan Masigi, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam khutbah bertema “Anak adalah Amanah: Merosotnya Akhlak Generasi Muda dan Kurangnya Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak”, Abdin menyoroti berbagai fenomena sosial yang dinilai menjadi tanda menurunnya moral generasi muda.
Menurutnya, Iduladha bukan hanya momentum penyembelihan hewan kurban. Tetapi, juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap pendidikan dalam keluarga.
Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan keluarga yang dibangun di atas nilai keimanan. Sehingga mampu melahirkan generasi yang taat kepada Allah SWT.
“Sebagai contoh kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah teladan keluarga yang dibangun di atas iman, yang melahirkan generasi penuh ketataan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menilai, saat ini banyak anak menghadapi ancaman degradasi moral akibat lemahnya pengawasan dan pendidikan agama di rumah.
Sejumlah persoalan seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, kecanduan media sosial, hingga maraknya perjudian online sebagai fenomena yang harus menjadi perhatian serius para orang tua.
“Banyak anak diberi fasilitas yang cukup, tetapi kurang kasih sayang, pengawasan, dan pendidikan akhlak,” katanya.
Ia bahkan mengutip Surah At-Tahrim ayat 6 yang menegaskan kewajiban orang tua menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Selain itu, ia juga mengingatkan setiap orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan dan pembinaan anak-anaknya.
Menurutnya, pendidikan agama harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pengawasan terhadap pergaulan anak.
Pada momentum Iduladha tersebut, ia mengajak jamaah menjadikan Hari Raya Kurban sebagai sarana memperbaiki diri sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah perkembangan zaman.
“Mari kita mulai dari keluarga. Biasakan salat berjamaah, ajarkan membaca Al-Qur’an, batasi pengaruh negatif media sosial, dan luangkan waktu untuk membina akhlak anak. Saya berharap keluarga muslim mampu menjadi benteng utama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak baik, dan memiliki kepedulian sosial di tengah tantangan era digital,” tandasnya.
Laporan : Miswar











