Example 970x250
Ragam  

BERANI Cerdas dan BERANI Sehat Paling Menonjol di Tahun Pertama Anwar Hafid

BERANI Cerdas dan BERANI Sehat Paling Menonjol di Tahun Pertama Anwar Hafid
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, saat melakukan kunjungan kerja. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Memasuki hampir satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, dua program unggulan, BERANI Cerdas dan BERANI Sehat, dinilai menjadi kebijakan yang paling menonjol dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pengamat Politik Universitas Tadulako (Untad), Nuralam, menilai kedua program tersebut merepresentasikan arah kepemimpinan Anwar Hafid yang cenderung populis dan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga. Khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Dari sembilan program BERANI yang dicanangkan sejak awal pemerintahan, yang paling mencuat di permukaan itu BERANI Cerdas dan BERANI Sehat,” ujar Nuralam di Palu, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurut Nuralam, BERANI Cerdas menunjukkan pendekatan kebijakan yang relatif progresif melalui kolaborasi dengan seluruh perguruan tinggi di Sulteng.

BACA JUGA: Program Desa Antikorupsi Diperluas, Pemprov Sulteng Siapkan Sistem Digital

Bahkan hingga menjalin kerja sama dengan institusi nasional seperti Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

BACA JUGA:  Penemuan Jenazah di Perkebunan Cengkeh Palasa Parigi Moutong Bikin Geger Warga

BACA JUGA: 606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot, Gubernur Anwar Hafid Minta Intervensi Pemerintah Pusat

Sementara itu, BERANI Sehat dipandang sebagai kebijakan populis yang efektif karena memberikan akses layanan kesehatan gratis hanya dengan menggunakan KTP Sulteng. Skema ini mempertegas peran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Di luar dua program tersebut, ia menilai arah kepemimpinan Anwar Hafid mulai mengerucut pada model populis yang selektif, dengan fokus pada program-program yang memiliki dampak langsung di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Menurut saya, kepemimpinan Anwar Hafid setelah hampir satu tahun ini lebih populis, mungkin karena terlalu fokus memenuhi komitmen politiknya dengan kondisi keuangan daerah dan atmosfer birokrasi yang melingkupinya,” katanya.

Ia juga menyoroti mulai terlihatnya konsolidasi kekuasaan melalui penataan ulang komposisi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng. Langkah ini dinilai penting untuk membaca arah politik dan efektivitas pemerintahan ke depan.

“Penyusunan komposisi baru bisa menjadi rujukan ke mana arah kepemimpinan Pak Anwar. Di situ terlihat bagaimana relasi kekuasaan dibangun, termasuk dengan lembaga-lembaga nonstruktural yang masih berkaitan dengan pengaruh pemerintahan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dua Balita Terdampak Banjir di Parimo Dievakuasi di Perahu

Menurutnya, pola kepemimpinan yang dibangun Anwar Hafid saat ini memperlihatkan upaya merajut jejaring strategis, baik di internal pemerintah daerah maupun dengan aktor-aktor di luar struktur formal pemerintahan.

“Konsistensinya dalam proses implementasi memang masih berjalan dan sulit diukur secara penuh, tetapi arah kepemimpinan itu mulai terlihat dari cara beliau menata kekuasaan dan membangun relasi,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *