Example 970x250

Empat Desa di Pesisir Parigi Moutong Diterjang Abrasi, Puluhan KK dan Dua Rumah Rusak

Empat Desa di Pesisir Parigi Moutong Diterjang Abrasi, Puluhan KK dan Dua Rumah Rusak
Tampak ombak yang menghantam pesisir pantai salah satu desa di pesisir Parigi Moutong yang mengakibatkan terjadinya abrasi pada Rabu, 15 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sedikitnya empat desa di wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diterjang abrasi akibat gelombang tinggi, Rabu, 15 Juli 2026.

Empat desa tersebut, yakni Siavu, Tinombo, dan Ambason Mekar di Kecamatan Tinombo, serta Desa Pinotu di Kecamatan Toribulu.

Berdasarkan data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, abrasi tersebut berdampak terhadap puluhan kepala keluarga (KK) dan merusak dua unit rumah.

Dalam laporannya, Pusdalops BPBD Parigi Moutong mencatat peristiwa terjadi sekitar pukul 06.35 WITA. Angin laut yang bertiup kencang menyebabkan gelombang tinggi menghantam bibir pantai hingga memicu abrasi di sejumlah kawasan.

Di Desa Siavu, abrasi berdampak terhadap 25 KK di Dusun IV. Sementara di Desa Tinombo, dua KK di Dusun I turut terdampak. Di Desa Ambason Mekar, sebanyak sembilan KK di Dusun I dan II juga terdampak.

BACA JUGA:  Lansia Ditemukan Meninggal di Perkebunan Parigi Moutong

Namun, Pusdalops BPBD Parigi Moutong masih melakukan proses pendataan lebih lanjut terhadap jumlah warga terdampak di Desa Pinotu.

Selain mengancam permukiman warga, abrasi juga mengakibatkan dua unit rumah mengalami kerusakan, masing-masing satu unit di Desa Tinombo dan satu unit di Desa Ambason Mekar.

Kerusakan turut terjadi pada fasilitas umum. Di Desa Siavu, abrasi menggerus garis pantai sepanjang kurang lebih 12 meter. Sedangkan di Desa Ambason Mekar mencapai sekitar enam meter.

Namun, Pusdalops BPBD Parigi Moutong dalam laporannya memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Setelah menerima laporan pada pukul 07.51 WITA, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa dan masyarakat langsung menuju lokasi melakukan asesmen dan kaji cepat guna mendata dampak serta kebutuhan penanganan.

BACA JUGA:  Pesan Pj Bupati Parigi Moutong ke DPRD soal Produk Hukum

Hasil asesmen awal menunjukkan kebutuhan paling mendesak saat ini, yaitu perbaikan tanggul pantai guna mencegah abrasi semakin meluas apabila gelombang tinggi kembali terjadi.

Hingga proses pendataan selesai dilakukan, kondisi air laut dilaporkan telah berangsur surut. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *