JURNAL LENTERA – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mencoba menggali potensi yang ada di Desa Lebagu Kecamatan Balinggi. Hasilnya, dipilihlah daun Nibung dan ikan untuk diolah menjadi barang bernilai yang bisa dijadikan cenderamata.
Ditemui di sela-sela acara penetapan Kampung Aagraria di Desa Lebagu Kecamatan Balinggi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Sofiana mengaku kalau upaya dinasnya tersebut adalah bagian dari program kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Program ini merupakan langkah tindak lanjut kerjasama Dinas Koperasi dan UMKM dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Parigi Moutong untuk memajukan kampung reform agraria yang ditetapkan di Desa Lebagu ini,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Sofiana saat ditemui, Kamis, 4 Oktober 2021.
Menurut Sofia, pihaknya menghadirkan dua instuktur pelatihan, khusus untuk olahanan makanan berupa abon ikan, dan pembuatan cendramata berbahan dasar daun nibung.
Bahan dasar ikan untuk pembuatan abon sangat mudah didapatkan di wilayah Parigi Moutong, karena hasil produksi perikanan berlimpah.
Menurutnya, pelaku usaha tidak akan kesulitan mendapatkan bahan baku.
“Memanfaatkan hasil produksi berlimpah ini, akan membawa keberuntungan juga buat warga lain, dengan mengolahnya untuk dijual ke pasaran di dalam dan luar daerah,” jelasnya.
Sementara untuk pembuatan cendramata daun nibung ini, diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas Parigi Moutong kedepan. Sehingga, pemanfaatannya dapat meningkatkan nilai ekonomi, untuk mensejahterakan warga di desa setempat.
“Daun nibung ini, banyak manfaatnya. Juga bisa untuk cendramata seperti vas bunga, keranjang dan lainnya. Ini jika dikembangkan bisa jadi cendramata khas daerah kita,” ujarnya.
Menurut dia, peserta pelatihan itu, adalah anggota dari enam kelompok yang sebelumnya telah dibentuk pihaknya. Mereka, berasal dari enam dusun, dengan perwakilan sebanyak enam orang per kelompok.
Selain memberikan pelatihan, pihaknya juga memberikan bantuan fasilitas kepada para kelompok UMKM yang baru terbentuk. Bahkan, pihaknya juga membantu kelompok itu mendapatkan nomor izin usaha, yang pendaftarannya dilakukan secara online.
“Kami berupaya dengan cara bergotong royong ikut memajukan desa ini, meningkatkan dan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM),” ucapnya.
Disamping itu juga tambahnya, pihaknya akan membantu kelompok UMKM yang baru tumbuh tersebut, mendapatkan modal untuk pengembangan usahanya. Salah satunya, akan memberikan rekomendasi kepada pihak bank penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami juga mengundang pihak perbankan penyalur KUR, mensosialisasikan produk kredit mereka, biar masyarakat tahu dan bisa menggunakan tawarannya,” tuturnya.
BACA JUGA: Alasan Desa Lebagu Ditetapkan Jadi Kampung Reforma Agraria
Laporan: Multazam










