JURNAL LENTERA, PALU – Sulawesi Tengah (Sulteng), yang terletak di kawasan Wallacea, dikenal dengan kekayaan alam yang luar biasa, termasuk berbagai spesies flora dan fauna endemik.
Potensi besar ini menjadi dasar bagi upaya pengembangan keragaman hayati di Sulteng. Menyadari peluang tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) tengah merancang pembangunan Kebun Raya.
Bahkan, pihak Brida telah mengajukan proposal pembentukan kebun raya kepada Gubernur Sulteng yang langsung memberikan persetujuan atas inisiatif tersebut.
Plt. Kepala Brida Sulteng, Hasim R, menjelaskan Gubernur telah memberikan arahan untuk meninjau kelayakan kawasan hutan kota sebagai lokasi potensial untuk kebun raya.
BACA JUGA: Harga Beras di Sulteng Melonjak, Wagub Reny Instruksikan Percepatan Distribusi Beras
“Alhamdulillah, Bapak Gubernur telah menyetujui pembentukan kebun raya Sulteng. Kami juga mendapatkan arahan agar melakukan riset komprehensif dan melibatkan instansi terkait dalam proses ini,” ujar Hasim di Palu, Selasa, 12 Agustus 2025.
BACA JUGA: Anwar Hafid soal Dukungan Kolaborasi KPK untuk Sulteng yang Bebas Korupsi
Ia mengatakan, rencana pembangunan kebun raya Sulteng ini bertujuan untuk menjadi kawasan konservasi tumbuhan ex-situ yang terdokumentasi dengan baik. Kebun raya ini akan memiliki peran strategis sebagai tempat pelestarian keanekaragaman hayati, serta mendukung riset, pendidikan, dan pariwisata berbasis lingkungan.
Langkah awal yang akan dilakukan Brida Sulteng adalah menyusun dokumen kajian usulan, kajian lokasi, dan rencana induk untuk pembentukan kebun raya.
“Hal itu diharapkan dapat mendorong Sulteng untuk semakin dikenal sebagai pusat penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea. Pembangunan kebun raya Sulteng ini, juga menjadi bagian dari program Berani Harmoni yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










