JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mempertanyakan pemanfaatan pasar tematik yang dibangun di eks lokasi Sail Tomini, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara.
DPRD Parigi Moutong meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan evaluasi agar pengelolaan pasar tersebut tetap sesuai dengan konsep awal pembangunannya.
Anggota DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki mengaku sejak pembahasan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) evaluasi pada 2025, dirinya telah berulang kali mempertanyakan konsep pemanfaatan pasar tematik tersebut.
Ia khawatir pasar yang dirancang sebagai pasar tematik justru berubah menjadi pasar tradisional atau pasar mingguan.
“Sejak rapat Pansus evaluasi tahun 2025, saya sudah berulang kali bertanya, jangan-jangan pasar tematik ini nantinya berubah menjadi pasar tradisional atau pasar mingguan,” ujar Basuki dalam rapat paripurna DPRD Parigi Moutong pada Selasa, 3 Maret 2026.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, pengelolaan pasar tradisional di daerah hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan, salah satunya terkait pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal.
“Jangan sampai ini terulang lagi. Pengelolaan sampah di pasar tradisional kita saja belum maksimal. Apalagi kalau muncul lagi pasar baru, akhirnya yang terjadi di sana justru menjadi pasar mingguan, bukan pasar tematik seperti yang direncanakan,” katanya.
Ia menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan sistem pemanfaatan pasar tersebut selama tetap sesuai dengan konsep awal yang telah direncanakan.
Namun, ia mengingatkan Pemkab Parigi Moutong agar memastikan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi di lapangan.
“Kalau sistem pemanfaatannya jelas, tidak masalah. Tapi kalau daerah kita terus seperti ini, perencanaan berbeda dengan aktualisasi, ini akan berbahaya dan bisa mencoreng daerah,” ungkapnya.
Ia lantas mengingatkan bahwa pembangunan pasar tematik tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Menurutnya, bantuan pembangunan pasar tematik itu diberikan karena pemerintah pusat melihat potensi Parigi Moutong sebagai daerah penghasil durian.
“Makanya, Pemkab Parigi Moutong perlu melakukan evaluasi agar pasar tematik ini benar-benar dimanfaatkan sesuai konsep awal dan tidak melenceng dari tujuan pembangunannya,” tandas Basuki.
Laporan : Multazam










