JURNAL LENTERA, PALU – Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Christina Shandra Tobondo menyatakan, acuan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, memiliki lima point.
Pertama, rencana pembangunan jangka panjang, hasil evaluasi RPJPD Sulteng, kajian lingkungan hidup strategis dan rencana perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Ikut Aksi Peduli Sungai di Kabupaten Touna
Kemudian, rencana tata ruang wilayah Sulteng, dokumen perencanaan pembangunan dan sektoral lainnya.
“Sedangkan pendekatan penyusunan RPJPD 2025-2045, terbagi dalam tujuh poin. Mulai dari pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, atas-bawah dan bawah-atas, holistik-tematik, integratif dan spasial,” ujar Christina Shandra, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi penyusunan visi misi bakal pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu pada Senin, 5 Agustus 2024.
Selain itu, ia juga menyampaikan rumusan misi RPJPD Sulteng, yang arah pembangunan dan sasaran pokok serta keselarasan 17 arah pembangunan RPJPN dan RPJPD 2025-2045.
“Mengenai peta pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, di mana menjadi acuan tema pembangunan wilayah Sulteng yang sesuai klaster-klaster, yang sudah terbagi dan ditentukan,” pungkasnya.
Laporan : Multazam










