Pep Guardiola Dinilai “Matikan” Kreativitas Pemain

Pep Guardiola Dinilai "Matikan" Kreativitas Pemain
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Foto: SC Youtube)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Mantan pemain Manchester United, Patrice Evra, mengungkap pendapat kontroversial tentang pengaruh Pep Guardiola terhadap sepak bola modern. Pendapat itu disampaikan lewat akun resmi media sosial Instagram Italianfootballtv pada Selasa, 11 November 2024.

Menurut dia, pendekatan pelatih Manchester City tersebut “mematikan” kreativitas dan gaya bermain khas yang pernah dimiliki pemain-pemain seperti Ronaldinho dan Hazard.

“Saya kira Guardiola adalah salah satu manajer terbaik, tetapi dia juga membuat permainan jadi kaku. Semua akademi sekarang mengajarkan sistem yang sama, gaya yang mirip, semua ingin bermain seperti Guardiola,” ujar Evra.

BACA JUGA: Gasperini Tepis Rumor Peluang Atalanta Juara Serie A Liga Italia

Ia menyoroti gaya tiki-taka yang diperkenalkan Guardiola di Barcelona dan diadaptasi di Manchester City hanya bisa dieksekusi dengan sempurna oleh tim-tim tertentu, tetapi akhirnya terlalu banyak ditiru.

BACA JUGA:  Nama Marselino Ferdinan Masuk Daftar Enam Bintang Muda AFC 2025

“Hanya Guardiola yang bisa memainkan tiki-taka seperti itu. Semua mencoba meniru, tetapi kini malah tidak ada lagi kreativitas. Kita tidak lagi melihat pemain-pemain dengan gaya bebas seperti Ronaldinho atau Hazard,” ujarnya.

BACA JUGA: Erik ten Hag Dapat Dukungan dan Simpati Usai Dipecat MU

Kritik ini menyoroti bagaimana tiki-taka dan strategi possesion football yang dipopulerkan Guardiola dianggap mengekang kreativitas individu pemain. Beberapa penggemar setuju sistem modern yang berorientasi pada strategi tim membuat ruang untuk pemain-pemain kreatif semakin terbatas.

Jarang muncul lagi sosok seperti Ronaldinho atau Hazard yang terkenal dengan gaya bermain bebas dan keterampilan unik. Sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di era ini, gaya permainan Guardiola memang banyak ditiru oleh pelatih lain dan akademi sepak bola di seluruh dunia.

BACA JUGA:  DPRD dan TAPD Parigi Moutong Sepakati RAPBD 2025 Usai Evaluasi Gubernur Sulteng

Namun, debat tentang apakah pendekatan ini menghambat kreativitas tetap menjadi diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *