JURNAL LENTERA, JAKARTA – Gubernur Anwar Hafid, bersama para bupati, walikota, serta Ketua DPRD se-Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan langsung ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyelarasan komitmen pemberantasan korupsi, Kamis, 7 Agustus 2025.
Anwar Hafid menegaskan, pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai langkah nyata dalam upaya pemberantasan korupsi dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa tata kelola pemerintahan di Sulteng berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Ajak Pelaku Usaha Fokus Prioritaskan Pekerja Lokal di Job Fair 2025
Sebagai mantan Bupati Morowali selama dua periode, ia menegaskan penguatan integritas dalam pemerintahannya adalah prioritas utama.
BACA JUGA: Sulteng Fokus Pengelolaan Lanskap Pengurangan Risiko Bencana Alam
“Kolaborasi ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam pembangunan Sulawesi Tengah,” imbuhnya.
Pimpinan KPK, Johanis Tanak, memberikan pengarahan kepada para kepala daerah dan ketua DPRD. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran dan integritas dalam menjalankan pemerintahan.
“Saya malu jika daerah saya banyak terjerat korupsi. Kejujuran dan integritas tidak bisa ditawar,” tegas Johanis.
Ia juga mengingatkan para pejabat untuk selalu mengingat sumpah jabatan yang telah diucapkan. Sebab, korupsi tidak hanya terjadi dalam pengadaan barang dan jasa. Tetapi, juga dalam aspek pelayanan publik yang harus menjadi perhatian serius oleh seluruh pemimpin daerah.
“Dengan semangat kolaboratif ini, Bapak Gubernur menunjukkan komitmen kuat untuk membangun Sulteng menjadi pemerintahan yang bersih dan berintegritas demi kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
Laporan : Miswar










