Example 970x250
Ragam  

Bupati Parigi Moutong Sebut Jagung Tidak Dijual Mentah, Harus Punya Nilai Tambah

Bupati Parigi Moutong Sebut Jagung Tidak Dijual Mentah, Harus Punya Nilai Tambah
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan panen raya jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mendorong agar hasil panen jagung tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah. Tetapi, juga diolah menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat perekonomian desa.

Menurutnya, pengembangan industri olahan berbahan baku jagung menjadi langkah penting agar komoditas pertanian memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasaran.

“Kita ingin ada nilai tambah dari komoditas jagung ini. Dengan pengolahan yang baik, hasil pertanian dapat memiliki daya saing lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Erwin saat menghadiri panen raya jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menilai, keberhasilan panen raya di Desa Lobu menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, dan masyarakat mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

BACA JUGA:  Update Level PPKM di Sulteng, 1 Daerah Masuk Daftar Level 1

“Panen raya ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat bekerja bersama, maka hasil yang dicapai akan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia lantas mengapresiasi peran BUMDes Lobu Mandiri yang dinilai aktif mendukung pengembangan sektor pertanian.

Ia berharap, BUMDes terus berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Hingga saat ini, sekitar 50 dari total 278 desa di Kabupaten Parigi Moutong telah membentuk koperasi tersebut.

Menurutnya, penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih harus berjalan seiring dengan pengembangan hilirisasi produk pertanian.

BACA JUGA:  Terkonfirmasi Positif, Empat Staf Disdukcapil Parigi Moutong Jalani Swab Test

Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil panen. Tetapi, juga dari proses pengolahan yang mampu meningkatkan nilai jual komoditas.

“Harapan kami, sinergi antara pemerintah, BUMDes, koperasi, dan kelompok tani terus diperkuat agar sektor pertanian menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi. Sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *