JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Distribusi bantuan beras pemerintah ke sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong masih menghadapi kendala akses jalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyiapkan satu unit alat berat untuk membantu membuka dan memperbaiki akses menuju Desa Ogoalas.
Ia mengatakan, kondisi jalan yang sulit membuat biaya pengangkutan bantuan menuju sejumlah wilayah terpencil menjadi cukup tinggi. Desa Ogoalas menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah daerah.
“Biaya pengangkutan untuk wilayah-wilayah tersebut memang cukup mahal. Kondisi jalan juga masih sangat sulit,” ujar Erwin saat menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan pangan bersama Perum Bulog Sulawesi Tengah di Kecamatan Tinombo, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Untuk memperlancar akses, kata dia, Pemkab Parigi Moutong akan menempatkan satu unit alat berat di Desa Ogoalas. Alat tersebut akan digunakan untuk membantu membuka sekaligus memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi hambatan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.
“Insyaallah, kita akan menempatkan satu unit alat berat di sana untuk membantu pemerintah membuka akses jalan,” katanya.
Menurutnya, perbaikan jalan tidak hanya penting untuk memastikan bantuan pangan sampai kepada masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik juga akan mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan di sektor pertanian.
Dalam program bantuan pangan tersebut, CBP akan disalurkan kepada masyarakat di 15 desa di Kabupaten Parigi Moutong.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan distribusi berjalan baik dan bantuan diterima masyarakat sesuai sasaran.
“Program CBP untuk bantuan pangan merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Selain memperbaiki akses jalan, ia bahkan berencana mengunjungi sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Persoalan penerangan perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil,” tutur Erwin.
Di sisi lain, ia meminta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa terus diperkuat agar program bantuan pangan berjalan efektif.
“Saya percaya dengan sinergi, koordinasi serta pelaksanaan yang terintegrasi, program bantuan pangan ini akan memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Yusri Pake, mengatakan hingga Agustus 2026 pihaknya telah mendistribusikan beras sebanyak 11.340 ton.
Dari total pasokan CBP yang masuk ke Bulog, sekitar 7.000 ton di antaranya berasal dari Kabupaten Parigi Moutong.
“Kami ingin sampaikan, pemerintah pusat menekankan bahwa bantuan yang diberikan ini untuk mengurangi beban masyarakat,” ujar Yusri.
Ia meminta masyarakat maupun pemerintah desa segera melaporkan apabila menemukan beras bantuan dengan kualitas yang tidak layak. Setiap keluhan terkait kualitas maupun kuantitas bantuan, kata dia, perlu disampaikan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Selain penyaluran bantuan, pihaknya mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Parigi Moutong membangun kemitraan dengan Bulog, khususnya dalam penyerapan hasil produksi beras petani.
“Kemitraan itu dapat memperkuat penyerapan hasil pertanian sekaligus menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan : Multazam










