JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mempercepat langkah penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati (Wabup) H. Abdul Sahid, dan Ketua DPRD Alfres M. Tonggiroh, turun langsung meninjau wilayah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mempercepat penyaluran bantuan, Rabu, 17 Juni 2026.
Peninjauan dilaksanakan di tiga lokasi terdampak, yakni Desa Boyantongo di Kecamatan Parigi Selatan, Desa Torue dan Desa Tolai di Kecamatan Torue.
Rombongan Bupati Parigi Moutong meninjau kondisi warga, memantau kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat gempa, serta menyalurkan bantuan awal berupa tikar, selimut maupun paket sembako kepada masyarakat terdampak.
Erwin mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan dan langkah penanganan selanjutnya.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Pemerintah terus melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak sebagai dasar penanganan dan pemberian bantuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Parigi Moutong berada pada kawasan yang dilalui Sesar Sausu. Sehingga, potensi terjadinya gempa susulan masih perlu diwaspadai.
Olehnya, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Untuk mendukung percepatan penanganan darurat, kami sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan asesmen dan pendataan di lapangan,” katanya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan.
Tujuannya, agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berlangsung cepat, terpadu, serta tepat sasaran.
“Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memperbarui data dampak gempa untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan, bantuan, dan penanganan yang dibutuhkan hingga kondisi kembali pulih,” pungkasnya.
Laporan : Mizwar











