JURNAL LENTERA, PALU – Gubernur Anwar Hafid mengaku optimistis Sulawesi Tengah (Sulteng) mampu menjadi gudang talenta sepak bola nasional seiring diresmikannya Witan Sulaeman Akademi di Witan Arena, Palu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Akademi yang digagas pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia asal Sulteng, Witan Sulaeman, itu diharapkan menjadi pusat pembinaan pesepak bola muda yang profesional dan berkelanjutan.
Peluncuran akademi tersebut disambut antusias masyarakat, para orang tua, serta 156 peserta didik yang terbagi dalam kelompok usia 6-10 tahun, 11-13 tahun, dan 14-17 tahun.
Anwar Hafid juga mengaku bangga karena impiannya menghadirkan sekolah sepak bola profesional di Sulteng akhirnya terwujud.
“Saya sudah lama memimpikan ada sekolah sepak bola yang dikelola secara profesional di Sulteng. Hari ini saya bersyukur karena mimpi itu menjadi kenyataan melalui Witan Sulaeman Akademi,” ujar Anwar Hafid.
Akademi tersebut menurutnya merupakan bentuk pengabdian Witan Sulaeman kepada daerah yang telah membesarkan namanya.
Setelah sukses mengharumkan nama Sulteng dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, Witan memilih kembali ke daerah untuk membina generasi muda melalui jalur olahraga.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa. Seharusnya pembinaan seperti ini menjadi tugas pemerintah. Namun karena kita belum sepenuhnya mampu melakukannya, Witan hadir mengambil peran itu. Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” katanya.
Ia menilai kehadiran Witan Sulaeman Akademi sejalan dengan program pembangunan sumber daya manusia Pemprov Sulteng, khususnya dalam mencetak generasi emas di bidang olahraga.
Ia bahkan meyakini pembinaan yang dilakukan secara terstruktur, disiplin, dan profesional akan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.
“Anak-anak yang hari ini bergabung di akademi ini memiliki kesempatan menjadi lebih hebat. Dengan pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan profesional, bukan tidak mungkin lima tahun ke depan akan lahir pemain Liga 1 bahkan pemain Timnas Indonesia dari akademi ini,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan, Sulteng memiliki potensi besar di bidang olahraga. Karakter masyarakat yang tangguh dan pekerja keras, menurutnya, menjadi modal utama untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Kita ini orang-orang tangguh. Alam Sulteng mendidik kita menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. Tinggal dipoles dan dibina dengan baik, saya yakin akan lahir banyak prestasi dari daerah ini,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, orang tua, pelatih, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan akademi tersebut.
“Keberhasilan akademi ini bukan hanya tugas Witan Sulaeman. Ini adalah tugas kita bersama. Orang tua harus mendukung, pemerintah harus hadir, dan masyarakat harus memberi semangat agar anak-anak kita bisa meraih cita-citanya,” pungkasnya.
Peresmian Witan Sulaeman Akademi ini dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, bersama Ketua Umum KONI Sulteng Muhammad Fathur Razaq.
Hadir pula unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Sulteng, serta jajaran manajemen Witan Sulaeman Akademi.
Suasana peresmian semakin semarak dengan pertandingan persahabatan antara tim Pemprov Berani FC yang dipimpin langsung Gubernur Anwar Hafid melawan Manajemen Witan Arena. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Pemprov Berani FC dengan skor 2-1, di mana dua gol kemenangan dicetak langsung oleh Anwar Hafid.
Laporan : Mizwar











