JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Speedboat Mister Un yang sebelumnya membawa 11 wisatawan mancanegara dan sempat hilang kontak di perairan Teluk Tomini akhirnya ditemukan terdampar tanpa awak di pesisir pantai Desa Malanggo, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WITA.
Meski kapal berhasil ditemukan, satu orang nahkoda hingga kini masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kasat Polairud Polres Parigi Moutong, IPTU Noldi Wiliam Sualang, menjelaskan usai menemukan speedboat Mister Un, warga kemudian melaporkannya kepada pihak Polsubsektor Tinombo Selatan.
Setelah itu, Kasubsektor IPTU Eko Maryanto, bersama Bhabinkamtibmas Desa Malanggo langsung mendatangi lokasi ditemukannya speedboat Mister Un tersebut untuk melakukan evakuasi beserta seluruh barang-barang yang ditemukan.
“Speedboat Mister Un beserta barang-barang yang ditemukan di dalamnya langsung dievakuasi ke Polsubsektor Tinombo Selatan,” ujar Noldi di Parigi.
Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, polisi mengamankan satu unit Speedboat Mister Un berwarna biru yang dilengkapi dua mesin tempel Suzuki berkekuatan masing-masing 100 PK.
Selain itu ditemukan pula satu jeriken bahan bakar berwarna orange, satu unit kamera, dua tas hitam berisi barang pribadi, satu tas putih, satu kursi plastik putih, satu tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sepasang sendal, dan sepasang sepatu.
“Speedboat dan semua barang-barang itu sudah diamankan di Polsubsektor Tinombo Selatan,” katanya.
Penemuan speedboat Mister Un oleh warga menjadi titik terang dalam operasi pencarian yang tengah berlangsung hampir sepekan.
Kepolisian bersama tim SAR dan instansi terkait kini memfokuskan upaya pencarian nahkoda speedboat Mister Un, Ferdiansyah (44 tahun) yang belum ditemukan.
“Semoga, dengan ditemukannya speedboat Mister Un, dapat memberikan titik terang pencarian nahkodanya,” ungkapnya.
Dikatakannya, penemuan speedboat Mister Un merupakan perkembangan signifikan yang membuka peluang besar dalam mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
“Penemuan speedboat Mister Un menjadi titik terang dalam proses pencarian. Namun, tugas kami belum selesai. Fokus utama saat ini adalah menemukan satu nahkodanya yang masih dinyatakan hilang sekaligus mengungkap secara menyeluruh penyebab insiden ini,” tutur Noldi.
Ia mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dan mengoptimalkan pencarian serta penyelidikan agar seluruh fakta dapat terungkap secara utuh dan objektif.
Namun, ia mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, maupun pengguna jasa transportasi laut agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan barang, petunjuk, maupun informasi yang berkaitan dengan speedboat Mister Un.
“Setiap informasi sekecil apa pun sangat berharga dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian dan proses penyelidikan. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan Polairud Polres Tojo Una-Una, Pos Polairud Polda Sulawesi Tengah di Parigi, Basarnas, dan unsur terkait lainnya,” tandasnya.
Sebelumnya, speedboat Mister Un dilaporkan hilang kontak pada Jum’at, 24 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WITA saat berlayar dari Pelabuhan Desa Binaguna, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una menuju Pelabuhan Marisa, Provinsi Gorontalo. Saat itu speedboat diawaki Ferdiansyah dan Noval serta mengangkut 11 wisatawan asing.
Usai peristiwa tersebut, seluruh wisatawan asing ditemukan dalam keadaan selamat pada operasi pencarian sebelumnya. Namun, satu orang nahkoda hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Laporan : Multazam











