JURNAL LENTERA, PALU – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan lahan seluas 12,2 hektare untuk mendukung program percepatan swasembada bawang putih nasional yang dilaksanakan secara serentak, Rabu, 19 Agustus 2026.
Lahan tersebut tersebar di tiga wilayah hukum kepolisian, yakni Polres Sigi seluas 4,95 hektare, Polres Poso 5 hektare, dan Polres Parigi Moutong 2,25 hektare.
Di Sulteng, Kapolda Irjen Pol Nasri menghadiri kegiatan penanaman bawang putih yang dipusatkan di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dan diikuti secara daring oleh Polda Sulteng bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Selain kegiatan penanaman bawang putih, Kapolda Sulteng juga menyerahkan bantuan sosial sebanyak 300 paket kepada warga. Ada pula kegiatan pengobatan gratis yang diikuti sekitar 200 warga hingga pemberian bantuan peralatan pertanian berupa tiga unit hand tractor dan 20 unit power sprayer.
Nasri mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, mendukung pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Berkaitan dengan kegiatan penanaman bawang putih, kata dia, merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.
“Sekaligus meningkatkan produksi komoditas pertanian dalam negeri,” katanya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin, mengatakan keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan dukungan kepada masyarakat untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal.
Program percepatan swasembada bawang putih, kata dia, diharapkan dapat mengoptimalkan lahan pertanian potensial, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta mendorong budidaya yang produktif, modern dan berkelanjutan.
“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani dan masyarakat menjadi kunci agar program ini memberikan hasil nyata. Polri akan terus mendukung melalui pendampingan, pengamanan, pengawasan dan pembinaan,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in










