Example 970x250

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Dalam Kapal

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Dalam Kapal
Proses evakuasi jenazah saat akan dibawa ke RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Jum'at, 14 Agustus 2026. (Foto: Polresta Banggai)

JURNAL LENTERA, BANGGAI – Seorang penumpang KM Tilong Kabila, La Abas (57 tahun) dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan laut dan ditemukan dalam kondisi terbujur kaku di Dek 3 kapal saat bersandar di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, Jum’at, 14 Agustus 2026.

Pria lanjut usia (lansia) tersebut merupakan warga Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kasubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk, IPTU James Runtu, SH, menjelaskan penemuan jenazah pria lansia tersebut sempat menggegerkan penumpang dan awak kapal. Jenazahnya pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai dekat tangga Dek 3 oleh seorang penumpang yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kapal.

Usai menerima laporan, pihaknya bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polresta Banggai langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Berpangkat Briptu Ditangkap

Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas keamanan dan tim medis kapal, yang bersangkutan dipastikan telah meninggal dunia.

“Saat dicek, yang bersangkutan sudah dalam keadaan meninggal. Jenazahnya kemudian dievakuasi sekitar pukul 09.10 WITA. Selanjutnya jenazah dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Luwuk untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar James melalui keterangan tertulisnya.

Setelah itu, personel Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk bersama Tim Inafis Polresta Banggai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Berdasarkan data tiket penumpang, kata dia, yang bersangkutan diketahui naik dari Pelabuhan Gorontalo dengan tujuan Pelabuhan Baubau, Sulawesi Tenggara.

Hasil pemeriksaan awal tim medis kapal memperkirakan korban telah meninggal sekitar delapan jam sebelum ditemukan. Dari pemeriksaan sementara juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.

BACA JUGA:  Kekeringan Parah, 3.000 Hektare Sawah di Parigi Moutong Gagal Tanam

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematiannya. Aparat juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga guna proses penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *