Belanda Berencana Hentikan Impor Minyak dan Gas Rusia

Bendera Belanda. Belanda mengakui masih bergantung dengan gas Rusia. (Foto: Foto: pixshark)

JURNAL LENTERA, Amsterdam – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan negaranya berencana untuk menghentikan impor minyak dan gas Rusia pada akhir tahun.

Meski begitu, ia mengakui Eropa tetap bergantung pada pasokan energi dari Moskow.

“Apa yang sebenarnya ingin dicapai Belanda adalah menjadi independen dari gas Rusia dan minyak Rusia sebelum akhir tahun,” kata Rutte dilansir dari Al Arabiya, Jum’at, 22 April 2022.

“Kita dapat mencapai ini dengan bekerja keras pada perpaduan penghematan energi dan keberlanjutan, tetapi juga harus mengarah pada impor energi dari negara lain, termasuk gas alam cair,” tambah pemimpin Belanda itu kepada wartawan pada konferensi pers mingguannya.

BACA JUGA: Pesawat Jatuh di Haiti Menimpa Truk, Enam Tewas

“Ini benar-benar sebuah tantangan.  Kami sangat bergantung pada gas Rusia di Eropa dan tidak banyak alternatif selain LNG,” kata Rutte.

BACA JUGA:  Datangkan Harry Kane, Guardiola Diklaim Rela Melepas Haaland

“Itu lebih dari impor dari Rusia [sekitar enam miliar meter kubik],” tambah pernyataan itu.   

Diketahui, Uni Eropa berjuang untuk menemukan alternatif energi lain selain Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina. Hal ini karena Rusia memasok 40 persen kebutuhan gas UE dan sekitar 15 persen ke Belanda.

Belanda diketahui mengimpor minyak dari Rusia, dengan nilai sekitar Rp 159 triliun dalam 11 bulan pertama tahun lalu, kata surat kabar harian Volkskrant. Sekitar Rp 46 triliun juga dihabiskan untuk mengimpor gas dan batu bara dari Rusia, kata surat kabar itu.

Belanda tadinya bertujuan untuk menghentikan impor batu bara pada 11 Agustus. Tetapi Rutte mengakui bahwa bahkan Belanda, yang mengimpor gas Rusia jauh lebih sedikit daripada negara tetangga Jerman dan negara-negara UE timur, tetap bergantung pada pasokan Rusia.

BACA JUGA:  Pakistan Bergelut dengan Wabah Kolera Mematikan

BACA JUGA: Pertempuran Berat Rusak Alam Ukraina

Diperkirakan konsumsi gas Belanda dapat dikurangi sekitar sembilan miliar meter kubik pada 2025 melalui langkah-langkah berkelanjutan menurut sebuah pernyataan dari pemerintah.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *