Example 970x250

IKN Rentan Ancaman Serangan Udara, Begini Pernyataan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berbincang dengan Anggota Komisi I DPR saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Januari 2022. Dalam rapat tersebut, Andika mengungkapkan, saat ini terdapat 35 permasalahan hukum yang tengah dihadapi para prajurit TNI terkait kasus pelanggaran hukum disiplin militer. (Foto: TEMPO/M Taufan Rengganis)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengakui masih memiliki kekurangan dari sisi alut utama sistem persenjataan. Kekurangan ini tidak saja terjadi pada matra udara, melainkan matra darat dan laut.

“Kalau dilihat dari alutsista, kita memang masih kurang banyak sekali. Bukan hanya di udara tapi juga di matra darat dan matra laut,” kata Andika kepada wartawan usai bertemu Ketua Umum NU di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin, 23 Mei 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan Andika Perkasa sebagai respons atas ucapan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional  Andi Widjajanto yang menyebutkan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara rentan terhadap ancaman serangan udara.

BACA JUGA: Datangi Bank di Majalengka, Seorang Pria Ancam Ledakan Bom

Andika berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan, yang secara maksimal telah melakukan pengadaan alutsista.

BACA JUGA:  Pilpres 2024, Sekber Dorong Prabowo-Jokowi

“Yang jelas, apa pun yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada TNI dalam hal pengadaan alutsista ini di masing-masing wilayah, kita sudah sangat berterima kasih karena memang kemampuan negara,” kata Andika.

Panglima Andika menegaskan bahwa pemerintah sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam mendukung kebutuhan TNI sesuai dengan kondisi keuangan.

“Tapi yang jelas, tidak ada pemerintah yang kemudian tidak berusaha maksimal dalam pengadaan, termasuk pemerintah presiden saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengatakan lokasi IKN Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur rentan terhadap ancaman serangan udara dari luar.

“Secara geografis, Ibu Kota Nusantara memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman eksternal. Khususnya yang bersumber dari udara,” kata Andi dikutip dari Antara.

BACA JUGA: Fahri Hamzah : Cuma di Indonesia Menteri Kampanye

Andi meminta agar kapasitas anti-access/area-denial (A2/AD) di sekitar IKN diperkuat.

BACA JUGA:  Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejagung Terkait Impor Garam

Menurutnya, pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan Timur perlu disertai perubahan paradigma pertahanan.

“Selama ini, pertahanan Indonesia cenderung berfokus pada pertahanan berbasis darat dengan mengandalkan strategi pertahanan mendalam (in-depth defense),” ucapnya.

Menurut Andi Widjajanto, paradigma itu dinilai tidak lagi optimal karena tidak sejalan dengan posisi geografis serta topografi IKN Nusantara. Panglima TNI pun menanggapi pertanyaan Andi tersebut.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tempo.co

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *