Example 970x250

Kemendes PDT dan ADB Bahas Strategi Bangun Desa Berkelanjutan

Kemendes PDT dan ADB Bahas Strategi Bangun Desa Berkelanjutan
Pertemuan antara Mendes PDT Yandri Susanto, dengan Country Director ADB Indonesia Resident Mission Bobur Alimov, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026. (Foto: Dok Kemendes PDT)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Asian Development Bank (ADB) Indonesia membahas strategi kolaborasi pembangunan desa berkelanjutan. Tujuannya untuk mempercepat pengentasan desa tertinggal di Indonesia.

Pembahasan tersebut berlangsung saat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, bersama wakilnya Ahmad Riza Patria, menerima audiensi ADB Indonesia Resident Mission di ruang kerjanya, Rabu, 6 Mei 2026.

Yandri menegaskan, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Kemendes PDT telah menerjemahkan visi tersebut melalui 12 Program Aksi Bangun Desa, mulai dari penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor hingga Desa Ketahanan Energi.

“Yang penting di daerah tertinggal masih ada desa yang perlu kolaborasi untuk percepatan pembangunan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rekor Dunia Atlet Panjat Tebing Indonesia di IFSC World Cup 2022

Ia menjelaskan, Kemendes PDT saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, untuk mendorong pembangunan desa berbasis ekonomi hijau berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Sehingga, ia mengajak ADB Indonesia untuk ikut berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan desa yang dinilai masih membutuhkan dukungan dan pendampingan.

“Kami siap berkolaborasi karena memang banyak program ke desa yang bisa dikolaborasikan dengan ADB,” katanya.

Sementara itu, Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria, mengungkapkan dari total 75.266 desa di Indonesia, masih terdapat sekitar 10 ribu desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Desa-desa tersebut masih menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar seperti akses listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Kami berharap program kolaborasi dengan ADB nantinya bakal bisa memberdayakan masyarakat desa agar bisa berkembang dan menyejahterakan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Dorong Penguatan Pengawasan dan Integritas di Bea Cukai

Di sisi lain, Country Director ADB Indonesia Resident Mission Bobur Alimov, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung percepatan pembangunan desa di Indonesia.

ADB tidak hanya siap menjadi mitra finansial, tetapi juga mitra pembangunan bagi Kemendes PDT dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa.

“ADB Indonesia siap menjadi tidak hanya mitra finansial. Tetapi, juga mitra pembangunan bagi Kemendes PDT,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *