JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus menggenjot usulan Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Apabila terealisasi, kawasan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp440 triliun per tahun dan membuka sedikitnya 80 ribu lapangan kerja melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, serta industri berbasis hilirisasi.
Menurut Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, itu adalah hal yang paling ditunggu. Di tengah kondisi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran, usulan PSN dinilai menjadi harapan besar bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan transmigrasi.
Ia menjelaskan, Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya saat ini mencakup lima kecamatan. Pemerintah daerah juga berencana mengusulkan penambahan Kecamatan Tomini dan Kecamatan Mepanga agar cakupan kawasan pengembangan semakin luas.
“Kawasan yang membentang dari Kecamatan Ongka Malino hingga Kecamatan Moutong itu dihuni sekitar 117 ribu jiwa atau lebih dari 38 ribu kepala keluarga. Wilayah tersebut meliputi 75 desa yang berkembang dari 12 satuan permukiman transmigrasi yang dibangun sejak 1973 hingga 2018,” ujar Erwin saat memaparkan potensi Bahari Tomini Raya kepada tim Kementerian Transmigrasi (Kementrans) yang melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Mepanga, Rabu, 3 Juni 2026.
Pemkab Parigi Moutong, kata dia, menargetkan Bahari Tomini Raya tidak hanya menjadi sentra produksi pertanian dan perikanan. Tetapi, juga berkembang menjadi kawasan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga berkembang menjadi kawasan industri sehingga hasil petani dan nelayan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.
Bahkan, Pemkab Parigi Moutong telah mengidentifikasi sejumlah komoditas unggulan yang akan menjadi penggerak utama kawasan, di antaranya durian, kelapa dalam, padi, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.
Untuk mendukung pengembangannya, pemerintah menyiapkan kawasan seluas sekitar 72 ribu hektare. Dari luas tersebut, masing-masing sekitar 18 ribu hektare dialokasikan untuk pengembangan durian dan kelapa dalam yang akan terintegrasi dengan program hilirisasi sektor pertanian dan perikanan.
Berdasarkan kajian pemerintah daerah, hilirisasi komoditas unggulan di Bahari Tomini Raya berpotensi menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp440 triliun setiap tahun.
Program tersebut juga diperkirakan mampu menciptakan sedikitnya 80 ribu lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami berharap apabila kawasan ini ditetapkan sebagai PSN, manfaat ekonominya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, kunjungan tim Kementrans merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemkab Parigi Moutong dengan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, pada Maret 2026 yang membahas kesiapan daerah menjadi kawasan percontohan transmigrasi modern di Indonesia.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap usulan PSN Bahari Tomini Raya dapat segera terealisasi. Sehingga, percepatan pembangunan kawasan, penguatan hilirisasi komoditas unggulan, dan peningkatan investasi.
“Selain itu, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah transmigrasi dapat diwujudkan,” pungkasnya.
Laporan : Mizwar











