JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menjalani ritual ada Suku Kaili, Nipoisaka pada saat prosesi menempati rumah jabatan (Rujab), Sabtu, 14 Juni 2025.
Saat tiba di pintu gerbang rujab, Bupati bersama Ketua TP PKK Parigi Moutong, Hestiwati Nangga, didampingi Wakil Bupati (Wabup), H. Abdul Sahid, disambut tarian adat Meaju. Tarian tersebut melambangkan penghormatan dan penyambutan atas kehadiran pemimpin di tanah Parigi.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Beri Dukungan Pembangunan Rumah Adat Suku Toraja di Morowali Utara
Menurut Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Ninong Pandake, prosesi ritual adat Nipoisaka, yaitu tradisi menginjak baki adat yang disebut Notodusi Dula Nu Ada dalam bahasa Kaili.
BACA JUGA: Kementerian PUPR: Serapan Tenaga Kerja Padat Karya Telah Mencapai 51.964 Orang
“Baki adat tersebut berisi ira gamonji, rumput patako, siranindi, tamako, dan boko-boko,” ujar Ninong Pandake.
Ritual ini, kata dia, diyakini sebagai permohonan keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT bagi pemimpin yang akan mengemban tugas di daerah setempat. Saat kedua kaki Bupati menginjak baki adat, tetua adat memulai prosesi nogane, yaitu pembacaan doa-doa keselamatan.
Sebagai bagian dari penghormatan adat, Magau Parigi kemudian menyematkan siga di kepala Bupati Parigi Moutong dan sampolu atau selendang khas Suku Kaili kepada Ketua TP PKK, Hestiwati Nangga.
Prosesi diakhiri dengan ritual Niulu Cinde, yang merupakan simbol diterimanya Bupati secara adat oleh masyarakat dan diiringi taburan beras kuning sebagai bentuk penolak bala.
“Di dalam Rujab, para tetua adat menyerahkan secara simbolis Bupati Parigi Moutong kepada Pemerintah Daerah (Pemda),” katanya.
Laporan : Eroz Muhammad











Respon (1)