JURNAL LENTERA, PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar workshop bunda literasi dan duta baca serta pegiat literasi se-Sulteng yang dilaksanakan di Best Western Hotel Plus Coco Palu, Senin, 26 September 2022.
Dalam kegiatan ini menghadirkan Bunda Literasi Sulteng Dr. Hj. Vera Rompas Mastura, S.Sos, M.Si., bersama Kepala Balai Bahasa Sulteng Dr. M. Asrif, M.Hum, dan Duta Baca Daerah Sulteng Asrianti, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.
Hadir pula Ketua Forum TBM Sulteng Apt. Devi Artini Uga., M.A.P sebagai moderator.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 peserta, terdiri dari 60 peserta yang hadir secara langsung dan 60 peserta lainnya yang mengikuti secara daring.
Menurut ketua panitia Azwar A. Janudin, SE, M.AP., kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan dan bimbingan teknis bagi Bunda Literasi/Duta Baca dan Pegiat Literasi se-Sulteng, agar dapat berinovasi, mengembangkan ide kreatif maupun gagasannya.
Selain itu, dapat pula menyusun dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kondisi serta karakteristik daerah masing-masing maupun selaras hingga bersinergi dengan kebijakan nasional.
“Tercapainya sinergitas dalam penyusunan program ketiga kegiatan ini, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam rangka membangun Indonesia maju dan unggul melalui masyarakat gemar membaca, cerdas, inovatif, produktif serta kompetitif,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Menerima Penghargaan BKN Award
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng Drs. I Nyoman Sriadijaya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini masih berada dalam satu rangkaian dengan Central Celebes Literacy Festival 2022, atau Festival Literasi Sulteng 2022, yang juga dirangkaikan dengan peringatan empat tahun bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018.
BACA JUGA: Bahas IKN, Bupati Donggala Temui Gubernur Sulteng
Apalagi, Inpres Nomor 10 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng dan Wilayah terdampak lainnya telah diperpanjang.
Dengan begitu, seluruh aktivitas kegiatan ini menciptakan arsip yang nantinya dapat diserahkan kepada para generasi.
Dia berharap, kegiatan ini dapat mengambil andil yang lebih besar untuk menyiapkan generasi cerdas, berkualitas dan akhlak mulia guna menuju Sulteng yang lebih maju dan sejahtera
“Mengapa dikaitkan dengan peringatan empat tahun bencana? Kami tidak mengurus bencananya tetapi kami menyelamatkan arsip kebencanaan sebagai memori milik bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Poso Dr. Verna G.M Inkriwang, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Dr. Ir. Alimuddin Paada, MS, Forum TBM, dan Pegiat Literasi.
Sumber : Humas DKIPS Sulteng












Respon (1)