Penguatan Literasi Dasar Bagi PAUD, Orang Tua Sebagai Guru Pertama

Kegiatan bimbingan teknis literasi dasar yang diikuti para orang tua dan guru PAUD, yang dilaksanakan Disdikbud Kabupaten Parimo, Senin, 8 November 2021. (Foto: Novita Ramadhan)

JURNAL LENTERA – Dalam penguatan literasi dasar bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), para orang tua disebut sebagai guru pertama dan utama.

“Makanya para orang tua dan guru PAUD diberikan bimbingan teknis penguatan literasi dasar yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),” ujar Kepala Bidang PAUD dan Dikmas di Disdikbud Kabupaten Parimo, Nurlina Sani, Senin, 8 November 2021.

Dia mengatakan, tujuan kegiatan bimbingan teknis bertujuan untuk memberikan penguatan terhadap pengenalan literasi sejak dini.

Sehingga, dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para orang tua dan guru PAUD diberikan metode pengenalan literasi dasar.

Literasi dasar yang diperkenalkan kepada anak usia dini, kata dia, yaitu literasi numerasi, sains, kewargaan, finansial, teknologi, dan budaya.

Sementara, pengenalannya menggunakan metode bermain. Sebab, merdeka belajar anak diusia dini adalah bermain.

BACA JUGA:  KPP Palu Kenalkan Misi Penyelamatan kepada Anak SLB dan TK

“Sehingga berbagai hal disampaikan dengan cara bermain. anak usia dini itu rasakan mereka bermain, tapi sebenarnya mereka sedang berliterasi dasar,” katanya.

Menurutnya, hal ini sangat penting karena sebagai pondasi bagi anak usia dini. Sebab, peletakan dasar awal itu mendekati 85 persen.

Apalagi, pada anak usia dini terjadi perkembangan volume otak, karena mereka akan menyerap banyak hal terhadap apa yang diterimanya.

“Disitulah kesempatan kita, memberikan pendidikan sebanyak-banyaknya. Layaknya seperti kapas, apapun akan diserapnya,” jelasnya.

Dia menyebutkan, dalam kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan sebanyak 60 lembaga PAUD, diwakilkan masing-masing dua orang peserta.

“Orang tua nantinya akan membacakan anak buku-buku ketika tidur, memberikan respon. Jadi orang tua mesti diberikan pemahaman,” jelasnya.

Dia menyebutkan, pada tahun 2018 lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah melaunching Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernasbaku).

BACA JUGA:  Digitalisasi Perpustakaan dan Bunda Literasi Jadi Strategi Parigi Moutong Kejar Indeks Literasi

Sehingga, diharapkan para orang tua bisa meluangkan waktu, agar dapat berinteraksi dengan anaknya menggunakan metode membaca buku.

Tujuannya, untuk membangun kecintaan anak terhadap buku.

“Kemudian, orang tua akan berinprofisasi, setelah bercerita. Dengan menanyakan ke anaknya, siapa tokoh utama dalam cerita itu, anak akan berkembang pemahamannya,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *