Ragam  

PT Poso Energi Didenda Enam Ekor Kerbau

Masyarakat Adat Danau Poso menjatuhkan denda adat/giu kepada PT. Poso Energy karena merusak lingkungan dan budaya danau Poso, Senin, 22 November 2021. Givu yang dijatuhkan pada Poso Energi adalah Giwu Lemba. Giwu ini dijatuhkan dalam sebuah prosesi ritual yang sakral. Foto Aliansi Penjaga Danau Poso.

JURNAL LENTERA – PT Poso Energi di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah didenda masyarakat adat setempat karena dugaan merusak wilayah adat masyarakat Pamona.

“Keputusannya kemarin, mereka (Poso Energi) harus membayar 6 ekor kerbau, sesuai sub suku yang ada di suku Pamona. Jadi satu sub suku satu kerbau,” kata Pendeta Yombu Wuri, pemuka agama di Tentena kepada Jurnal Lentera, Rabu 14 November 2021.

Kata Pendeta Yombu Wuri, dalam pandangan adat, PT Poso Energi telah mengacak-acak tanah ulayat. Dan itu harus diberi hukuman berupa givu atau denda adat.

Pelaksanaan givu  kata Pendeta Yombu Wuri, dihadiri oleh aparat keamanan setempat, termasuk perwakilan dari pihak PT Poso Energi.

“Dalam pemahaman masyarakat adat itu, kalau sudah bicara adat, sebenarnya sudah melibatkan keseluruhan dimensi kehidupan yang ada di tanah ini. Bisa saja orang mengatakan itu tidak punya kekuatan secara hukum positif. Tetapi kami, masyarakat adat sudah menjatuhkan itu,” jelas Pendeta Yombu Wuri.

Warga Tentena di Danau Poso, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dalam upacara adat givu, Senin 22 November 2021. Foto Aliansi Penjaga Danau Poso.

Ia mengatakan, kesepakatan givu memberi waktu kepada PT Poso Energi untuk memenuhi tuntutan itu dalam waktu 8 hari sejak Senin, 22 November 2021.

“Perwakilan mereka mengatakan akan menyampaikan itu kepada atasan. Kami berharap itu bisa dilaksanakan,” kata Pendeta Yombu Wuri.

Untuk diketahui, masyarakat adat danau Poso menjatuhkan denda adat atau givu kepada PT. Poso Energy karena merusak lingkungan dan budaya danau Poso. Givu yang dijatuhkan pada Poso Energi adalah Givu Lemba. Givu ini dijatuhkan dalam sebuah prosesi ritual yang sakral.

Dalam tradisi adat Pamona Poso, terdapat tiga jenis denda adat yang dijatuhkan pada seseorang, yakni: pertama Sala nguju, kesalahan seseorang karena ucapan atau kata-katanya. Seperti memaki dan memutarbalik fakta. Kemudian yang kedua Sala mpale, jika kesalahannya karena tangannya seperti mencuri. Dan yang ketiga Sala sangkoro, jika kesalahannya sudah mengenai bagian tubuh orang lain, termasuk merusak tanaman orang lain.

Dalam pandangan adat, kesalahan Poso Energi pada masyarakat adat Danau Poso melampaui kesalahan yang dilakukan pada seseorang karena telah merusak budaya danau Poso dari hulu hingga hilir.

Laporan: M. Sahril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *