Mendapat kenyataan demikian, Huzaimah mengaku kalau panen pertama itu gagal. Namun kegagalan itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus mencoba dan serius dalam membudidayakan buah anggur di Parigi.

Faktor yang membuat panen pertama itu gagal kata Huzaimah, karena tidak adanya Green House atau rumah kaca yang berfungsi untuk memanipulasi lingkungan yang dibutuhkan oleh tanaman.
Budidaya Anggur dari Ukraina
Perkembangan teknologi informasi membuat segala sesuatu menjadi muda. Huzaimah paham betul soal itu. Sebagai generasi milenial, Huzaimah memanfaatkan teknologi internet untuk belajar, termasuk untuk memperoleh bibit dari luar Parigi.
Ia menanam berbagai jenis anggur di kebunnya. Ada jenis anggur Transfigurasi, anggur Ninel, Anggur Jupiter dan anggur Baikonur, anggur Everest, anggur Heliodor. Beberapa jenis anggur lainnya kata Huzaima berasal dari Ukraina.
Huzaimah mengaki khusus daerah kota Parigi, masyarakat yang membudidayakan anggur masih terbilang sangat kurang karena menganggap pembudidayaan anggur terlalu sulit.
“Padahal, kalau dipelajari ilmunya, menanam anggur itu tidak terlalu sulit. Saya saja tidak punya pengalaman di dunia pertanian. Yang penting perawatannya ulet, tekun, dan teratur,” katanya
Ia juga menjelaskan untuk pemakaian pupuk pada pembudidayaan buah anggur itu cukup beragam. Seperti pupuk NPK 16 16 untuk pertumbuhan dan NKP Booster atau KNO3 untuk masa pembuahan.











Respon (1)