Ragam  

Angka Kemiskinan Ekstrem di Sulteng Turun Hingga 1,44 Persen

Angka Kemiskinan Ekstrem di Sulteng Turun Hingga 1,44 Persen
Sekdaprov Novalina, mewakili Gubernur Sulteng saat menyampaikan sambutannya pada pelepasan tim Safari Ramadhan Pemprov sekaligus buka puasa bersama di Masjid Al-Muhajidin Kantor Gubernur setempat, Sabtu, 16 Maret 2024. (Foto: Dok Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, PALU –  Angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang pada 2022, tercatat mencapai 3,02 persen mengalami penurunan hingga 1,44 persen di 2023.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Novalina, turunnya angka kemiskinan ekstrem tersebut merupakan salah satu pencapaian pembangunan di daerah yang dikenal dengan sebutan negeri 1000 megalit di 2023.

BACA JUGA: Sekdaprov Sulteng: Pemeriksaan Keuangan Upaya Menjaga Transparansi

Pencapaian lainnya, kata dia, yaitu penurunan tingkat pengangguran terbuka yang tercatat mencapai 3,75 persen pada 2022, kini menjadi 2,95 persen di 2023. Sehingga, Provinsi Sulteng masuk dalam lima besar daerah di Indonesia dengan tingkat pengangguran terbuka terendah.

“Alhamdulillah, Provinsi Sulteng masuk lima besar sebagai daerah di indoensia dengan tingkat pengangguran terbuka terendah, karena keberhasilannya menurunkan angka pengangguran terbuka yang di tahun 2022, mencapai 3,75 persen turun hingga 2,95 persen di tahun 2023,” ujar Novalina, dalam sambutannya pada kegiatan pelepasan tim Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid Al-Muhajidin Kantor Gubernur setempat, Sabtu, 16 Maret 2024.

BACA JUGA:  Terungkap, Jari Son Heung-Min Terkilir karena Bentrok dengan Juniornya di Piala Asia

BACA JUGA: Sekdaprov Sulteng Berharap Tenaga Kerja Semakin Terlindungi

Lebih lanjut Novalina menjelaskan, pencapaian lainnya juga terjadi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tercatat, pada 2022, angkanya mencapai 71,01 yang kemudian menjadi 71,66 di 2023.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 13,06 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya mencapai 5 persen. Selanjutnya realisasi investasi tertinggi berada diurutan ketiga secara Nasional.

Terakhir, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Dari yang hanya mencapai Rp900 miliar per tahun, mampu ditingkatkan hingga menyentuh angka Rp 2 triliun di tahun 2023.

“Saya berharap, hal itu dapat disampaikan kepada masyarakat. Sebab pencapaian tersebut bisa kita raih berkat kerja sama dan dukungan dari semua stakeholder, terutama masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA:  Saran ESDM Sulteng Lakukan Penutupan Tambang Ilegal Segera Dilaksanakan Pemda Parigi Moutong

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *