Mendagri Serahkan DIPA 2025, Tekankan Dukungan Penuh untuk Asta Cita Presiden

Mendagri Serahkan DIPA 2025, Tekankan Dukungan Penuh untuk Asta Cita Presiden
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan DIPA Tahun Anggaran 2025, untuk lingkup Kemendagri dan BNPP. (Foto: Dok Kemendagri)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2025, untuk lingkup Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Dalam kesempatan itu, Mendagri menegaskan pentingnya seluruh program kementerian mendukung pencapaian Asta Cita, visi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Penyerahan DIPA dilakukan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2024.

Mendagri mengingatkan bahwa pagu anggaran yang telah diberikan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung agenda besar pembangunan nasional.

BACA JUGA: Respon Presiden Prabowo soal Rakor Mingguan Pengendalian Inflasi Daerah

Mendagri menyoroti tiga program prioritas utama dalam Asta Cita, yaitu swasembada pangan, energi, dan gizi masyarakat. Ia meminta setiap komponen, baik di Kemendagri maupun BNPP, memastikan program-program yang dijalankan memiliki kontribusi nyata terhadap ketiga target tersebut.

BACA JUGA:  Kemendagri Targetkan Perekaman Data Kependudukan Capai 100 Persen

“Komponen mana pun jangan lupa memasukkan kontribusi untuk swasembada pangan. Ini adalah tugas bersama untuk mencapai kedaulatan pangan di seluruh daerah,” tegas Tito.

BACA JUGA: Kemendagri : Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Januari 2025

Dalam sektor energi, Mendagri menekankan pentingnya efisiensi energi fosil serta pengembangan energi terbarukan.

“Kita harus punya konsep yang mendorong daerah untuk hemat energi fosil dan mulai beralih ke energi terbarukan,” ujar Tito, sembari meminta Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) mengambil peran strategis dalam implementasi program ini.

Di bidang peningkatan gizi masyarakat, Mendagri menginstruksikan seluruh pihak berkontribusi sesuai tupoksi masing-masing. Salah satu contohnya adalah koordinasi Ditjen Bangda dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan setiap daerah memiliki akses gizi yang memadai.

Selain itu, Mendagri menyoroti pentingnya hilirisasi dalam berbagai sektor. Ia menjelaskan, fokus hilirisasi tidak hanya terbatas pada pertambangan, tetapi juga mencakup 16 komoditas lainnya.

BACA JUGA:  Penyakit TBC di Indonesia 1.060.000 Kasus

“Semua komponen harus melihat bagaimana komoditas tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai bidang masing-masing,” tuturnya.

Melalui DIPA 2025, Mendagri berharap sinergi antarlembaga dan optimalisasi program semakin kuat.

“Harapan saya, dengan adanya pagu yang baru ini, kita bisa bekerja lebih maksimal dan memberikan dampak nyata untuk masyarakat,” ungkapnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *