JURNAL LENTERA, JAKARTA – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.
Bahkan, Gubernur Sulteng Dr H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur (Wagub) dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., turut hadir dalam Rakornas yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Rakornas 2026 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Gandeng Ormas Keumatan Perkuat Pendidikan dan Moral
Usai membuka secara resmi, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta yang hadir.
BACA JUGA: Retret Tiga Hari, Pemprov Sulteng Perkuat Karakter Pemimpin OPD
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan jumlah peserta Rakornas mencapai 4.011 orang yang berasal dari unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Peserta dari tingkat pusat berjumlah 525 orang, meliputi para Menteri Koordinator, Menteri, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, pimpinan lembaga negara, penasihat dan utusan khusus presiden, serta pejabat eselon I kementerian dan lembaga, termasuk perwakilan pejabat utama TNI dan Polri.
“Peserta dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota mencapai 3.486 orang yang terdiri atas Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, pimpinan DPRD, jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Daerah, Bank Indonesia, serta Badan Pusat Statistik provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah bersama Forkopimda siap mendukung dan mengawal program prioritas Presiden guna mendorong percepatan pembangunan nasional.
“Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029 sebagai penjabaran visi Asta Cita Presiden dan Wapres. Berbagai capaian positif telah diraih pada tahun pertama dan akan semakin dioptimalkan pada 2026 melalui kesamaan gerak dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










