Example 970x250

Pengelola Tambang Emas Ilegal Buranga Asal Jakarta dan Tewasnya Seorang Penambang

Pengelola Tambang Emas Ilegal Buranga Asal Jakarta dan Tewasnya Seorang Penambang
Tampak lokasi tambang emas ilegal Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, yang menjadi tempat terjadinya peristiwa penambang tertimbun longsor pada Kamis, 12 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Meninggalnya seorang penambang emas, Moh. Rifaldi alias Aco (32 tahun), warga Dusun II Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu pemicu mencuatnya nama seorang pemodal berinisial DN asal Jakarta.

Meninggalnya Moh. Rifaldi akibat tertimbun material tanah bercampur bebatuan di lokasi tambang emas ilegal Buranga pada Kamis, 12 Februari 2026, memiliki keterkaitan dengan seorang pemodal berinisial DN asal Jakarta tersebut.

Pasalnya, Moh. Rifaldi diduga kuat meninggal dunia tertimbun material tanah bercampur bebatuan di lokasi tambang emas ilegal yang dikelola oleh DN.

Namun, belakangan diketahui, lokasi yang tengah dikelola oleh DN secara ilegal itu merupakan milik warga setempat.

Lantas, informasi peristiwa yang merenggut nyawa di lokasi tambang emas ilegal Buranga dan keberadaan DN sebagai pemodal hingga pemilik lokasi tersebut, justru diperkuat oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buranga, Rizal.

BACA JUGA:  Polres Poso Kerahkan Puluhan Personel Bantu Pemulihan Pascagempa di Pamona Selatan

Rizal mengungkapkan, pemodal berinisial DN telah melakukan aktivitas pertambangan ilegal di Desa Buranga selama kurang lebih tiga bulan.

Awalnya, aktivitas pertambangan ilegal di Desa Buranga yang dilakukan DN bersama Reny, yang juga seorang pemodal berasal dari luar daerah.

Sedangkan lokasi tambang emas ilegal tersebut berjarak sekitar 150 meter dari titik longsor yang menewaskan tujuh orang penambang pada 2021.

“Setelah peristiwa itu, para pemodal tidak lagi terlihat di lokasi. Bahkan, alat berat yang sebelum peristiwa itu terjadi masih beroperasi diduga kuat disembunyikan di kawasan hutan. Para pemodal itu lari, mereka ketakutan karena kejadian itu,” ujar Rizal saat dihubungi via telepon, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia membenarkan dalam peristiwa tersebut terdapat dua orang warga yang tertimbun. Namun, satu orang yang merupakan warga Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu selamat. Sedangkan Moh. Rifaldi, awalnya berhasil menyelamatkan diri dari longsoran.

“Awalnya dia berhasil menyelamatkan diri dari longsor. Tetapi, korban masuk lagi ke dalam lubang untuk mengambil peralatan dulang miliknya yang tertinggal. Seketika terjadi longsor kembali dan langsung menimpa tubuhnya. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, korban sempat terlihat jatuh dengan posisi tengkurap,” katanya.

BACA JUGA:  Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Emosional untuk Marcelo

Setelah korban dievakuasi menggunakan alat berat, dirinya langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Wakapolres Parigi Moutong dan Polsek Ampibabo.

“Makanya di lokasi kejadian sudah ada anggota kepolisian,” ungkapnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *