Example 970x250
Ragam  

Wagub Sulteng Tegaskan Clean and Good Governance Jadi Fondasi Pemerintahan

Wagub Sulteng Tegaskan Clean and Good Governance Jadi Fondasi Pemerintahan
Rapat koordinasi pengawasan bertema sinergi pengawasan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan daerah Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Polibu, Kantor Gubernur setempat, Senin, 13 Juli 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Wakil Gubernur (Wagub) dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan penerapan clean and good governance harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) diminta mengedepankan integritas, transparansi, dan pencegahan agar tata kelola pemerintahan berjalan bersih, profesional, serta bebas dari praktik korupsi.

Ia bahkan mengajak seluruh kepala perangkat daerah memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang diskusi yang terbuka untuk membahas berbagai persoalan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, setiap permasalahan yang berkaitan dengan administrasi dan tata kelola harus dikonsultasikan sejak dini agar dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

“Silakan bertanya apabila ada hal-hal yang masih menjadi keraguan. Sekarang kita harus lebih berhati-hati. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Prinsip pencegahan harus menjadi budaya dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Reny saat membuka rapat koordinasi pengawasan bertema sinergi pengawasan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan daerah Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Polibu, Kantor Gubernur setempat, Senin, 13 Juli 2026.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pelaku Curanmor di Parigi Moutong

Dikatakannya, komitmen kepemimpinan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, bersama dirinya adalah membangun pemerintahan yang bersih sebagai landasan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik.

Integritas merupakan modal utama dalam menciptakan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Kita ingin menjalankan roda pemerintahan yang bersih terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemerintahan yang baik. Tidak bisa hanya baik, tetapi tidak bersih. Karena itu yang kita bangun adalah clean and good governance,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar selalu menjaga integritas sejak awal menerima amanah jabatan. Menurutnya, komitmen moral dan kejujuran menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dalam birokrasi.

“Kalau kita sudah bersih, insya Allah kita akan menjadi baik. Semua berawal dari niat. Jangan sampai ketika diberi amanah jabatan justru muncul kepentingan-kepentingan pribadi. Mari kita tetap berada di jalan yang benar agar setiap langkah pengabdian mendapat keberkahan dari Allah SWT,” katanya.

BACA JUGA:  Dinas PKP Parigi Moutong Belum Setujui Penetapan Lima Lokasi Perumahan Rawan Bencana

Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman seluruh perangkat daerah mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan, memperkuat sistem pengawasan internal, serta membangun budaya kerja yang berintegritas.

“Dengan demikian, penyelenggaraan pemerintahan di Sulteng diharapkan semakin efektif, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *