JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Status sebagai rumah sakit rujukan regional membuat RSUD Anuntaloko Parigi menghadapi lonjakan pasien dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Tingginya jumlah pasien yang datang bahkan menyebabkan kapasitas ruang rawat inap kerap penuh. Sehingga, sebagian pasien rujukan harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan kamar perawatan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, mengatakan tingginya tingkat keterisian ruang rawat inap tidak terlepas dari cakupan layanan rumah sakit yang melayani pasien dari sejumlah kabupaten, seperti Parigi Moutong, Poso, Morowali, Banggai, hingga wilayah Luwuk.
“Melalui Sisrute, kami sudah menginformasikan apabila ruang perawatan penuh dan menyarankan pasien dirujuk ke rumah sakit lanjutan seperti RSUD Undata atau RS Madani. Namun sering kali pasien dan keluarga memilih tetap dirawat di RSUD Anuntaloko Parigi karena pertimbangan jarak, biaya, dan kedekatan dengan keluarga,” ujar dr. Flora saat ditemui pada, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, untuk mendukung pelayanan rujukan, RSUD Anuntaloko Parigi telah menerapkan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Melalui sistem tersebut, fasilitas kesehatan pengirim dapat mengetahui ketersediaan layanan maupun ruang perawatan sebelum pasien dirujuk.
Meski demikian, dalam praktiknya tidak sedikit pasien yang tetap memilih menjalani perawatan di RSUD Anuntaloko Parigi meskipun ruang rawat inap sedang penuh.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pasien harus menunggu sementara di IGD hingga tersedia ruang perawatan.
Dalam situasi tersebut, kata dia, pihak rumah sakit meminta keluarga pasien menandatangani surat pernyataan kesediaan menunggu di IGD sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap.
Ia bahkan mengakui kondisi tersebut kerap memunculkan keluhan karena pasien harus menunggu lebih lama. Namun, rumah sakit memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan medis sesuai kebutuhan selama berada di IGD.
“Secara prosedur, pasien yang datang ke IGD akan ditangani terlebih dahulu oleh dokter umum sebelum memperoleh pelayanan lanjutan dari dokter spesialis,” katanya.
Namun untuk mempercepat penanganan, dokter IGD biasanya langsung melakukan konsultasi dengan dokter spesialis terkait.
“Secara operasional kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Meskipun pasien masih berada di IGD, dokter spesialis biasanya sudah ikut menangani sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu layanan yang paling banyak menerima pasien rujukan adalah hemodialisis atau cuci darah. Layanan tersebut menjadi salah satu unggulan RSUD Anuntaloko Parigi.
Sehingga, banyak pasien dari luar daerah memilih menjalani perawatan di RSUD Anuntaloko Parigi.
Selain layanan hemodialisis, kata dia, berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia juga menjadikan RSUD Anuntaloko Parigi sebagai salah satu tujuan utama rujukan di wilayah Sulawesi Tengah bagian timur.
“Meskipun menghadapi lonjakan pasien dan keterbatasan kapasitas ruang rawat inap, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Terutama bagi pasien rujukan yang membutuhkan penanganan medis segera,” tandasnya.
Laporan : Miswar











