Example 970x250

Lewat Gerakan Siswa Cinta Masjid, Gubernur Sulteng Ajak Generasi Muda Dekat dengan Masjid

Lewat Gerakan Siswa Cinta Masjid, Gubernur Sulteng Ajak Generasi Muda Dekat dengan Masjid
Pencanangan Gerakan Siswa Cinta Masjid oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, usai melaksanakan shalat subuh di masjid Masjid Raya Kabupaten Donggala, Senin, 16 Februari 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, DONGGALA – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, mengajak generasi muda untuk semakin dekat dengan masjid melalui peluncuran Gerakan Siswa Cinta Masjid di Kabupaten Donggala, Senin, 16 Februari 2025.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan program Berani Berkah yang bertujuan membangun karakter siswa berbasis nilai keagamaan.

Peluncuran gerakan berlangsung di Masjid Raya Donggala dan dirangkaikan dengan kegiatan Subuh Berkah, meliputi salat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri pula Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta para siswa dan orang tua.

Anwar Hafid menegaskan, masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan membiasakan siswa beraktivitas di masjid merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai moral dan spiritual sejak dini.

“Salat Subuh adalah permulaan kehidupan kita. Kalau kita memulai hari dengan kebaikan, insya Allah sepanjang hari kita akan bersama kebaikan,” ujarnya.

Ia menekankan, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas moral masyarakat. Masjid, kata dia, harus menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Ditlantas Polda Sulteng Gelar Goes To School

Menurutnya, program pemerintah seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat tidak terlepas dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah dan pembinaan generasi muda.

“Kalau kita ingin daerah ini maju, aman, dan berkah, kuncinya cuma satu, makmurkan masjid. Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang berakhlak,” katanya.

Menjelang bulan Ramadan, ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan masjid dan Al-Qur’an sebagai pusat aktivitas ibadah.

“Sehingga, diharapkan masyarakat semakin aktif memanfaatkan masjid sebagai ruang pembinaan spiritual,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Donggala Taufik Muhammad Burhan, menyampaikan apresiasi atas peluncuran program tersebut.

Ia menyebut Gerakan Siswa Cinta Masjid sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter generasi muda.

Menurutnya, program tersebut telah dilaksanakan secara serentak di 16 kecamatan yang mencakup 149 desa dan sembilan kelurahan di Kabupaten Donggala. Pelaksanaannya dipimpin langsung oleh camat, kepala desa, lurah, dan kepala sekolah di wilayah masing-masing.

Program tersebut dirancang secara inklusif dengan tetap menghormati keberagaman agama di masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Parimo Lantik 148 Kepsek, 23 Korwil dan 21 Pengawas

“Di wilayah dengan pemeluk agama lain, pembinaan keagamaan dilakukan sesuai keyakinan masing-masing,” tutur Taufik.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi. Ia menilai Gerakan Subuh Berkah dan Gerakan Siswa Cinta Masjid merupakan langkah strategis dalam membangun keamanan berbasis kesadaran masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekaligus menjadi benteng moral bagi generasi muda.

“Tanpa dikomando, masyarakat sudah ikut menjaga keamanan lingkungan melalui Subuh Berkah. Ini luar biasa, karena masjid menjadi pusat pembinaan moral dan sosial,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *