Daerah  

DPRD Parigi Moutong Dorong Pembinaan Atlet Lewat Ajang Lari Tradisional

DPRD Parigi Moutong Dorong Pembinaan Atlet Lewat Ajang Lari Tradisional
Ajang bintang delapan belas lari tradisional sicepat petir yang digelar di kawasan Jalan Tugu Merkuri, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, yang dimulakan pada Selasa malam, 10 Maret 2026. (Foto: Dok DPRD Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Upaya mendorong pembinaan atlet muda di Kabupaten Parigi Moutong terus dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga. Salah satunya melalui ajang bintang delapan belas lari tradisional sicepat petir yang digelar di kawasan Jalan Tugu Merkuri, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, yang dimulakan pada Selasa malam, 10 Maret 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Hi. Wardi, SH, melalui APT Collaboration (Agus Petir Collaboration) sebagai wadah menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda sekaligus pembinaan olahraga di tengah masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.

Puluhan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni kategori umum non-atlet serta kategori pemula bagi peserta berusia 20 tahun ke bawah.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan secara langsung perlombaan lari tradisional yang digelar pada malam hari tersebut.

BACA JUGA:  Jelang PON XXI, 312 Atlet Kontingen Sulteng Jalani Puslatda

Wardi mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan sekaligus harapan agar generasi muda memiliki ruang untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga, khususnya atletik.

Menurutnya, banyak anak muda di Parigi Moutong memiliki potensi di bidang olahraga, namun belum memiliki wadah pembinaan yang memadai.

“Selain mempererat silaturahmi di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga, khususnya lari,” ujar Wardi yang juga selaku Pembina APT Collaboration.

Ia berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai event sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar.

“Tentunya harapan kami, dengan melibatkan lebih banyak peserta lagi,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parigi Moutong yang diwakili Wakil Sekretaris Renaldi Rosdul, yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan lari tradisional.

BACA JUGA:  Pasar Tematik Eks Sail Tomini Dipertanyakan, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Evaluasi Pengelolaan

Menurutnya, kegiatan olahraga yang lahir dari inisiatif masyarakat sangat penting untuk menjaga tradisi olahraga sekaligus mencari bibit atlet baru.

Ia menilai, cabang olahraga atletik selama ini menjadi salah satu cabang yang kerap menyumbang prestasi bagi Kabupaten Parigi Moutong.

“Sehingga, kegiatan seperti lari tradisional sicepat petir ini diharapkan mampu melahirkan generasi atlet baru yang dapat memperkuat prestasi daerah di masa mendatang,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *